Berita NTT

Tiket Pesawat di NTT Mahal, Penjabat Gubernur Akan Panggil Maskapai 

Mereka meminta Pemerintah NTT terkhususnya Ayodhia untuk bernegosiasi dengan maskapai termasuk untuk mendapatkan solusi atas masalah tersebut. 

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
PANTAU - Tampak petugas DPPU Bandara Komodo Labuan Bajo saat melakukan pemantauan dan pengisian avtur ke salah satu pesawat di bandara udara Komodo Labuan Bajo Manggarai Barat, Rabu 26 Juli 2023.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG -Tiket pesawat di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dikeluhkan mahal. 

Tiket pesawat dari luar ke dalam wilayah NTT terbilang masih dijangkau. Justru tiket pesawat terbilang mahal dalam wilayah NTT, seperti ke Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat

Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Kalake mengaku akan memanggil maskapai penerbangan yang melayani wilayah NTT. 

Pemanggilan para maskapai ini terkait dengan mahalnya harga tiket pesawat baik itu untuk penerbangan intra NTT maupun keluar NTT.

"Itu juga akan kami panggil maskapai," sebutnya, Jumat 6 Oktober 2023 di gedung DPRD NTT. 

Baca juga: Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake Lepas Tim Sepak Bola Pra PON NTT

Kenaikan harga harga tiket pesawat sendiri sudah berlangsung sejak 2023. Untuk tiket pesawat misalnya Kupang - Labuan Bajo, 8 Oktober 2023, bisa mencapai Rp 2 juta. 

Penerbangan dari Maumere tujuan Kupang pada tanggal yang sama pun lebih tinggi lagi, mencapai Rp 5,6 juta. 

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT, Isyak Nuka, menyinggung soal adanya monopoli maskapai pesawat di NTT oleh Lion Group. 

Monopoli ini yang menurutnya menjadi penyebab kenaikan harga tiket meski harga bahan bakar pesawat atau avtur sudah turun dan intensitas penerbangan mulai pulih sejak kasus Covid-19 mereda.

"Menurut saya penyebab mahalnya tiket di NTT karena dimonopoli oleh operator tertentu saja. Tidak ada operator udara lain sebagai kompetitor," kata dia. 

 

Isyak juga membenarkan wewenang untuk menurunkan harga tiket pesawat adalah dari Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI.

"Peran dishub untuk menurunkan harga tiket tidak ada," kata dia beberapa waktu lalu.

DPRD juga meminta Ayodhia memperhitungkan kenaikan harga tiket pesawat karena mempengaruhi ekonomi NTT. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved