Berita Timor Tengah Utara

Bank NTT Cabang Kefamenanu Timor Tengah Utara Dukung Pemberdayaan Gerakan Perempuan Peduli Pertanian

separah apapun Pandemi, sektor pertanian tetap menjadi favorit karena itu hajat hidup dan kebutuhan utama manusia

Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/DIONISIUS REBON
POSE BERSAMA - Pose bersama Ketua GP3 Kabupaten TTU, Dra. Elvira B. Juandi Ogom didampingi PPL Dinas Pertanian Kecamatan Kota Kefamenanu, dan Pimpinan Bank NTT Cabang Kefamenanu, Marthin Sooai Lahan Pertanian Hortikultura Terintegrasi di Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Rabu, 4 Oktober 2023 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon

POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Bank NTT Cabang Kefamenanu memberikan dukungan berupa sumbangan dan kredit bagi pemberdayaan kelompok perempuan untuk ketahanan pangan Kabupaten Timor Tengah Utara melalui Gerakan Perempuan Peduli Pertanian (GP3) Kabupaten Timor Tengah Utara.

Dukungan yang diberikan oleh Bank NTT Cabang Kefamenanu terhadap kelompok GP3 Kabupaten Timor di Lahan Percobaan Hortikultura Terintegrasi di Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT ini terbukti manjur. Saat ini hasil pertanian GP3 sangat baik.

Dalam kunjungannya ke Lahan Percobaan Hortikultura Terintegrasi di Kelurahan Maubeli, Rabu, 4 Oktober 2023, Ketua Gerakan Perempuan Peduli Pertanian (GP3) Kabupaten Timor Tengah Utara, Dra. Elvira B. Juandi Ogom mengatakan, awal terbentuknya kelompok GP3 ini bertolak dari fakta kondisi masyarakat Kabupaten TTU yang mayoritasnya adalah pertanian.

Di sisi lain banyak sekali lahan di Kabupaten Timor Tengah Utara khususnya di Kecamatan Kota Kefamenanu yang belum dimanfaatkan. 

Baca juga: Warga Desa Seo Keluhkan Kebakaran Hutan di Kabupaten Timor Tengah Utara

Oleh karena itu, dirinya berkonsultasi dengan dua orang penyuluh pertanian di Kecamatan Kota Kefamenanu agar memanfaatkan lahan kosong di Kelurahan Maubeli untuk menanam segala jenis tanaman. 

"Karena ide ini muncul dari tiga orang perempuan sehingga, kami pikir kita punya harus ada satu nama kelompok kami yaitu GP3 atau gerakan perempuan peduli pertanian," ujarnya.

Berdasarkan kesepakatan dan modal pribadi yang dimiliki, mereka mulai menggarap lahan pertanian milik Pemda Timor Tengah Utara dengan menanam berbagai jenis tanaman sayur-sayuran maupun buah-buahan serta budidaya ikan air tawar. GP3 Kabupaten TTU kemudian memanfaatkan lahan seluas 76 are dari total luas lahan 1 hektare.

Dalam perjalanan menggarap lahan tersebut, lanjut Ketua TP PKK Timor Tengah Utara ini, pihaknya masih membutuhkan sejumlah dana.

Oleh karena itu mereka mencoba untuk berkoordinasi dengan Bank NTT untuk memenuhi beberapa fasilitas instalasi perpipaan untuk mengalirkan air dari sumber air ke lokasi pertanian terintegrasi ini.

Ia mengakui bahwa, saat ini lokasi pertanian terintegrasi tersebut perlahan memberikan hasil yang sangat baik. Oleh karena itu, melalui usaha yang telah dimulai tersebut, dapat menarik minat masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara agar tidak berkecil hati menjadi petani tetapi lebih semangat lagi untuk bekerja.

Apabila petani rajin bekerja dan memanfaatkan sumber daya yang ada maka semua petani akan berkelimpahan dan sejahtera.

Bagi Elvira, petani tidak harus bergantung pada musim. Meskipun tidak semua wilayah di Kabupaten Timor Tengah Utara kaya akan sumber air.

Namun, jika wilayah tersebut kaya akan sumber air, para petani tidak perlu menanti musim hujan untuk bercocok tanam. Sumber air yang ada di wilayah tersebut bisa dimanfaatkan setiap saat oleh para petani dengan membuat jadwal yang baik dan managemen pengelolaan waktu yang baik. 

Ia mengajak seluruh petani untuk mengubah pola pikir dan pola hidup untuk menjadi petani modern dengan menghilangkan budaya membakar lahan serta menanti datangnya hujan dan mengharapkan bantuan pemerintah. 

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved