Berita NTT

Jenazah PMI asal Flores Timur Dipulangkan dari Malaysia, Total ada 115 Jenazah

Terbaru, seorang PMI asal Kabupaten Flores Timur dibawa dari Malaysia dalam keadaan sudah tidak bernyawa, Rabu 4 Oktober 2023 pagi.

Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
JENAZAH - Petugas BP2MI NTT bersama keluarga saat menjemput jenazah Matheus Kuka Hodo, seorang PMI yang meninggal dunia di Malaysia. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - BP2MI NTT mencatat sudah 115 jenazah Pekerja Migran Indonesia ( PMI ) asal NTT dipulangkan dari berbagai negara di luar negeri. 

Terbaru, seorang PMI asal Kabupaten Flores Timur dibawa dari Malaysia dalam keadaan sudah tidak bernyawa, Rabu 4 Oktober 2023 pagi. 

Jenazah diangkut menggunakan pesawat Citilink dan tiba di Bandara El Tari Kupang melalui pintu kargo. Petugas BP2MI NTT melakukan prosesi penjemputan.

Baca juga: BREAKING NEWS: Tiga Jenazah PMI dari Malaysia Tiba di Kupang

Menurut Steven, petugas BP2MI NTT, setelah diterima, jenazah lalu dibawa ke ruang jenazah RSUD Prof Johanes untuk dititipkan sementara sebelum diberangkatkan lagi ke Flores Timur melalui pelayaran laut dari Kupang ke Waibalun, Larantuka. 

"Kami menjemput jenazah pekerja migran atas nama Matheus Kuka Hodo," kata Steven, Rabu pagi. 

Dia menyebut, Matheus merupakan warga asal Desa Riang Bura, Kecamatan Ile Bura Kabupaten Flores Timur. Almarhum sudah 27 tahun bekerja di Negeri Jiran.

Baca juga: Kukuhkan Kawan PMI, Kapolda NTT Minta Komitmen Tinggi dan Strategi dalam Memerangi TPPO

Kematian Matheus, kata dia, tidak diketahui penyebabnya. Keluarga yang mendampingi almarhum, menolak untuk melakukan otopsi jenazah. 

"Untuk jenazah PMI asal NTT dari Januari sampai Oktober 2023, sudah 115. Rata-rata non prosedural," tambah dia. 

Di NTT, sebut dia, Kabupaten Malaka menjadi paling tinggi melaporkan angka kematian PMI dari luar negeri. Di susul, Kabupaten Flores Timur, Ende kemudian daerah lainnya. 

Dia berharap masyarakat bisa memiliki kesadaran dimulai dari lingkup paling kecil untuk melengkapi persyaratan ketika hendak bekerja ke luar negeri. Verifikasi perusahaan sebagai perekrut maupun administrasi perlu disiapkan dengan baik. 

Keluarga almarhum, Sisi mengaku pihaknya mendapat informasi mengenai kematian Matheus sejak tanggal 26 September 2023. Menurut dia, Matheus meninggal dunia akibat kecelakaan saat bekerja.

Keluarga menerima kejadian ini sebagai peristiwa yang tidak bisa dihindari. Sisi berharap agar prosesi kepulangan Matheus berjalan lancar hingga tiba di kampung halaman. (fan)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lain di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved