KKB Papua
Kapolda Papua Perintahkan Tangkap Pimpinan KKB di Puncak, Amankan Pengikut-pengikutnya
Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri memerintahkan jajarannya untuk segera menangkap para pimpinan KKB Papua termasuk di Kabupaten Puncak.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM – Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri memerintahkan jajarannya untuk segera menangkap para pimpinan KKB Papua termasuk di Kabupaten Puncak. “Kejar dan tangkap pimpinannya. Kalau melawan ambil tindakan tegas.”
Perintah Kapolda Irjen Mathius D Fakhiri itu mengemuka menyusul makin seringnya kelompok pengacau keamanan itu melakukan tindakan anarkis, hal mana mengancam keselamatan pihak lain, baik aparat bersenjata maupun warga sipil.
“Saya minta seluruh kapolres berserta jajarannya, juga tim Satgas Ops Damai Cartenz untuk mengejar dan segera menangkap para pelaku tindak kejahatan di Papua. Salah satunya pimpinan KKB Papua di Kabupaten Puncak,” tandasnya.
Perintah Kapolda itu juga ditujukan khusus kepada Kapolres Puncak, pasalnya anggota KKB Papua yang berkeliaran di daerah itu, menyerang warga sipil, di antaranya menembak salah seorang pedagang ketika hendak menutup kiosnya di Pasar Ilaga.
Dalam aksi tersebut, KKB Papua berniat menghabisi pedagang tersebut dengan menambaknya di bagian dada korban. Namun tembakannya justeru meleset, sehingga hanya mengenai kaki kanan korban.
Seusai melancarkan aksinya tersebut, anggota KKB Papua langsung melarikan diri ke arah hutan. Sampai saat ini para pelaku belum ditangkap bahkan belum diketahui pula keberadaannya.
Dalam perintahnya, Kapolda Papua, Mathius D Fakhiri menyebutkan bahwa sejak dulu, KKB Papua tak lagi punya rasa kemanusiaan. Itu terlihat dari pelbagai aksi yang dilakukannya yang ujung-ujungnya merenggut korban jiwa.
Oleh karena itu, tandas Kapolda Papua, Kapolres bersama seluruh jajarannya di wilayah tugas masing-masing diperintahkan untuk terus mengejar para pelaku dan segera menangkapnya.
Jika anggota KKB Papua itu melakukan perlawanan dan membahayakan aparat plus warga sipil, tegas Kapolda, maka aparat harus mengambil tindakan tegas. “Lumpuhkan jika cara itu merupakan langkah yang tepat untuk menghentikan tindakannya,” tegas Kapoda Papua.
Dikatakannya, selama ini aparat selalu mengedepankan aspek kemanusiaan, karena KKB Papua merupakan bagian dari sesama warga Indonesia. Hanya saja, kelompok tersebut berbeda baik dalam pandangan dan sikap.
Lantaran sikap kelompok tersebut tak bisa ditolerir lagi, katanya, maka tak ada cara lain kecuali aparat harus mengambil tindakan tegas. Dengan begitu bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
Menurut dia, selama ini masyarakat setempat senantiasa mendambakan keamanan di Tanah Papua. Bahkan bukan sebatas situasi sosial yang aman dan nyaman, tetapi lebih dari itu, adalah Papua Damai.
Yang jadi masalah, adalah KKB Papua tak henti-hentinya melakukan tindakan anarkis, yakni menyerang aparat bersenjata, menembak dan menganiaya warga sipil dan membakar fasilitas umum yang sudah dibangun pemerintah.
Karena itu, katanya, pemerintah tidak bisa memberikan toleransi kepada kelompok tersebut. Pemerintah harus menegakkan hukum, supaya dengan langkah tersebut, masyarakat semakin memahami supremasi hukum yang sesungguhnya.
Dilansir Pos-Kupang.Com dari KompasTV Kamis 28 September 2023, Kapolda Papua, Mathius D Fakhiri juga menyinggung soal nasib pilot Susi Air, Philips Mark Merthens yang sampai sekarang masih disandera oleh KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.