KKB Papua
Pasca Tembak Mati Anggota KKB Papua, Satgas Ops Damai Cartenz Tangkap Satu Kepala Kampung
Satgas Ops Damai Cartenz ternyata tidak hanya menembak mati tiga anggota KKB Papua di markas Kelompok Kriminal Bersenjata yang disergap baru-baru ini.
Penulis: Frans Krowin | Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM – Satgas Ops Damai Cartenz ternyata tidak hanya menembak mati tiga anggota KKB Papua di markas Kelompok Kriminal Bersenjata yang disergap baru-baru ini di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.
Pasca penembakan tersebut, Satgas Ops Damai Cartenz juga menangkap seorang kepala kampung di daerah tersebut. Kepala kampung itu ditangkap karena diduga menjadi orang yang memback up perjuangan KKB Papua di wilayah tersebut.
Dari data yang dihimpun awak media, terungkap bahwa oknum kepala kampung tersebut selama ini berperan sebagai salah satu penyandang dana bagi perjuangan kelompok separatis teroris tersebut.
Bahkan oknum kepala kampong itu juga berperan sebagai pemasok senjata api bagi KKB Papua. Data-data tentang itu sudah dikantongi penyidik, sehingga dengan penangkapan itu akan memudahkan polisi membongkar jaringan separatis di daerah tersebut.
Selain itu, kepala kampung itu juga disebut-sebut berperan aktif sebagai penyuplai semua bahan kebutuhan pokok bagi anggota KKB Papua.
Semua fakta itu terungkap dari video viral KompasTV yang dilansir Pos-Kupang.Com, Rabu 5 September 2023. Dalam video itu terungkap bahwa kepala kampung diringkus setelah tim gabungan TNI Polri menyergap salah satu markas KKB Papua di Yahukimo.
Untuk diketahui bahwa pada Kamis dini hari, Satgas Ops Damai Cartens menggerebek salah satu markas KKB Papua di Yahukimo. Dalam penggerebekkan tersebut, tiga anggota KKB Papua dinyatakan tewas.
Dan, selang beberapa hari berikutnya, tim gabungan TNI Polri kembali menangkap seorang kepala kampung di daerah itu. Kepala kampung itu ditangkap karena terlibat dalam jaringan KKB Papua.
Saat ini kepala desa tersebut sedang diamankan di Mapolres Nduga. Dari pemeriksaan sementara, oknum kepala kampung itu beberapa kali terlibat dalam tindakan memasok logistik bagi anggota KKB.
Selain menangkap oknum kepala kampong, aparat juga menangkap sembilan orang warga yang teridentifikasi terlibat dalam jaringan KKB.
Dari sembilan orang itu, tiga diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan terhadap dua warga sipil. Sedangkan enam lainnya saat ini sedang diperiksa secara intensif oleh penyidik Polres Yahukimo.
Dari data yang diperoleh awak media, dengan ditangkapnya 9 orang warga itu, maka jumlah warga yang telah ditangkap oleh aparat keamanan, sebanyak 40 orang.
Para pelaku itu merupakan oknum yang terlibat dalam serangkaian kasus pembunuhan yang terjadi di beberapa daerah di Papua, seperti Yahukimo, Kabupaten Nduga, Kabupaten Puncak, Kabupaten Ilaga dan beberapa daerah lainnya.
Untuk diketahui, sampai saat ini KKB Papua tak henti-hentinya melakukan serangan terhadap prajurit TNI Polri dan warga sipil di Tanah Papua.
Warga sipil yang diserang umumnya yang dicurigai sebagai mata-mata TNI Polri. Namun alibi KKB Papua itu ditolak mentang-mentang oleh TNI Polri. Karena warga sipil yang diserang, tak ada hubungannya dengan TNI Polri.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.