Prakiraan Cuaca

BMKG Rilis Cuaca NTT Hari Ini 2 September 2023, Kelembaban Udara Sebagian NTT di Bawah 50 Persen

BMKG rilis Cuaca NTT Hari Ini 2 September 2023, Kelembaban Udara Sebagian NTT di Bawah 50 Persen

Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
istimewa
Prakiraan Cuaca NTT Hari Ini 2 September 2023/ Ilustrasi cuaca cerah - BMKG Rilis Cuaca NTT Hari Ini 2 September 2023, Kelembaban Udara di Sebagian Wilayah NTT berada di bawah 50 Persen 

Semakin tinggi suhu udara, maka semakin banyak uap air yang dapat ditampung oleh udara. Sedangkan, semakin rendah suhu udara, semakin rendah kapasitas uap air dari udara tersebut.

Hal ini terjadi karena saat udara panas, maka jarak antara molekulnya lebih lebar sehingga mampu mengakomodasi banyak uap air. Ketika udara dingin, maka jarak antar molekulnya menjadi kecil sehingga kesulitan mengakomodasi uap air.

Tekanan udara

Jika suatu wilayah memiliki tekanan udara yang semakin tinggi, maka udara yang berada di sekitarnya juga akan memiliki kelembapan yang tinggi pula.

Hal tersebut dapat terjadi karena uap air yang ada di udara tersebut tetap, namun volume udaranya mengecil, sehingga kelembapan udaranya meningkat. 

Sebaliknya jika tekanan udara diturunkan, pakai kelembapan udara di wilayah tersebut akan semakin menurun. Hal ini terjadi karena volume udara, namun jumlah uap air tetap sama.

Pergerakan angin

Pergerakan angin ternyata juga dapat mempengaruhi kelembapan pada udara. Hal ini dipengaruhi oleh proses penguapan dan kondensasi yang terjadi.

Air yang menguap, cara nama saya yang kecil akan terbawa oleh angin dan membentuk awan serta meningkatkan kelembapan udara di suatu wilayah. Angin berperan untuk menggeser uap air dari suatu wilayah ke daerah lainnya.

Vegetasi

Vegetasi dapat mempengaruhi kelembapan pada udara karena tumbuhan  melakukan transpirasi ketika berfotosintesis.

Proses fotosintesis ini akan menghasilkan uap air, yang nantinya dapat menguap ke udara, meningkatkan kelembapan udara. Oleh karena itu, tidak jarang kita melihat hutan-hutan besar memiliki iklimnya sendiri.

Ketersediaan air

Air mengalami penguapan akan memberikan sejumlah uap air ke dalam udara. Uap air ini kemudian akan naik dan menetap di atmosfer membuat atmosfer menjadi lebih jenuh. Seiring dengan berjalannya waktu, uap air akan berubah menjadi awan-awan. 

Jika atmosfer sudah mencapai kapasitas udaranya, maka akan terjadi hujan. Kandungan air pada suatu wilayah bisa memengaruhi kelembapan di udara.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved