Berita Belu
446 Posyandu di Belu Kini Ukur Balita dengan Alat Antropometri
Sementara sisa 18 anak stunting didapatkan 9 anak berhasil keluar dari stunting dan masih ada 9 anak yang stunting.
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Sebanyak 446 posyandu yang ada di Kabupaten Belu mendapat bantuan posyandu Kit dan alat Antropometri dari Pemda Belu melalui Dinas Kesehatan.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolik oleh Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin yang didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), Dra. Freny Sumantri Taolin.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, drg. Maria Ansilla F. Eka Mutty menyampaikan bahwa antropometri merupakan suatu paket alat yang berfungsi untuk menilai ukuran, proporsi, dan komposisi tubuh manusia.
Selain itu, antropometri juga merupakan alat penting dalam mendeteksi stunting pada anak yang mana alat ini harus berstandar Kemenkes (Kementerian Kesehatan).
Baca juga: Politeknik Pelayaran Barombong Gandeng Pemkab Belu Gelar Diklat Pemberdayaan Masyarakat Nelayan
Sementara Posyandu Kit sendiri terdiri dari Timbangan Bayi dan Dewasa, Thermometer Digital, Stimulasi Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK), Gunting, perban, Alat Permainan Edukatif, Food Model, Alkohol, Iodine, Kassa Steril, Kapas, Plester, Sarung Tangan, Masker dan Tas Posyandu Kit.
drg Ansilla menyampaikan bahwa bantuan posyandu Kit adalah inisiatif dari Bupati Belu bersama Ibu Ketua TP PKK kabupaten Belu dalam menunjang kelengkapan alat di 446 posyandu yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Belu.
"Ini diinisiasi oleh Pak Bupati dan Ibu Freny selaku Ketua TP PKK Belu untuk mengadakan alat-alat yang bisa membantu perkembangan tumbuh kembang anak-anak di Kabupaten Belu," ungkapnya. Kamis, 31 Agustus 2023.
Disampaikan bahwa, biasanya anak-anak datang ke Posyandu ukur tinggi dan berat badan kemudian dicatat Kartu Menuju Sehat atau KMS dan anak-anak diperbolehkan pulang.
"Inisiatif itu kemudian kami Dinas Kesehatan tindaklanjuti dengan regulasi aturan yang ada dan bisa mengadakan posyandu Kit bagi 446 posyandu yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Belu," tutur Ansilla Mutty.
Kemudian untuk bantuan dana PMT bagi anak stunting dari alumni FK UGM Gen 81, Ansilla Mutty menjelaskan bahwa bantuan tersebut didapatkan bagi 2 posyandu yang ada di Kelurahan Umanen dimana tercatat saat ini memiliki anak stunting terbanyak di Kabupaten Belu.
Baca juga: Tiga Anggota Bawaslu Belu Periode 2023-2028 Komit Kawal dan Tegakkan Keadilan Pemilu 2024
Sementara, Kader Posyandu Wekatimun II, Maria Ita memberikan ucapan terimakasih kepada Pemda Belu dan para alumni Fakultas Kedokteran UGM Gen 81 yang sudah memberikan perhatian kepada anak-anak stunting di Kabupaten Belu khususnya Posyandu Wekatimun II.
"Saya mewakili kader posyandu di Puskesmas Umanen mengucapkan rasa terimakasih kami kepada Pemerintah Kabupaten Belu dalam hal ini Bupati Belu, dr Agustinus Taolin, Ibu Ketua TP PKK kabupaten Belu, Bunda Freny dan para alumni Fakultas Kedokteran UGM Gen 81 yang sudah memberikan bantuan kepada anak-anak stunting di Posyandu Wekatimun II," ucapnya.
Selaku Kader Posyandu, Maria juga melaporkan bahwa selama 62 hari memasak makanan untuk 20 anak stunting di Posyandu Wekatimun II, terdapat 2 anak yang sudah tamat stunting.
Sementara sisa 18 anak stunting didapatkan 9 anak berhasil keluar dari stunting dan masih ada 9 anak yang stunting.
"Dengan bantuan dari alumni Fakultas Kedokteran UGM Gen 81 ini, semoga dapat mengeluarkan anak-anak dari stunting," pungkas Maria. (Cr23)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.