Berita Nasional
Budiman Sudjatmiko Dilarang Mengatasnamakan PDIP
PDI Perjuangan akhirnya resmi memecat Budiman Sudjatmiko sebagai kader buntut dukungannya kepada Prabowo Subianto.
"Panggilan formalnya itu tanggal 28 Juli 2023 hari Kamis jam 4 sore. Di lantai 2 gedung (DPP PDIP) Diponegoro 58. Saat dia datang, saya lagi sidang komite. Komite itu terdiri dari Komarudin ketua, kemudian ada anggota-anggotanya. Karena kita lagi bersidang di lantai 4, maka kami sepakat sudah saya terima dia minta klarifikasi atas tindakan sebelumnya yang dia memberi dukungan kepada Prabowo," imbuhnya.
Baca juga: Pasca Budiman Sudjatmiko Dipecat, Kini Karsayuda Pilih Mundur dari PDIP, Kesaksiannya Bikin Haru
Karena itu, ia membantah pernyataan Budiman yang merasa belum diberikan waktu untuk memberikan klarifikasi.
"Gini-gini Budiman tidak usah ajar kita soal aturan. Menjadi soal karena dia tidak mengerti aturan, kan. Menjadi blunder dia karena dia berorganisasi tapi dia tidak mengerti aturan," tutur anggota Komisi II DPR itu.
Komarudin menyebut Budiman tak perlu lagi dipanggil DPP usai mengadakan deklarasi relawan Prabowo-Budiman (Prabu) beberapa waktu lalu.
Sebab, kata Komarudin, DPP PDIP sudah memberikan peringatan kepada Budiman untuk taat kepada keputusan partai yakni mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres.
"Ya, sudah jelas, kan, pertama kita warning orang, kan, tahapannya pernah kita warning 'waduh kamu jangan begini', kan sudah dilakukan (peringatan)," tutup Komarudin.
Budiman Sudjatmiko bergabung ke PDIP sejak 2004 silam. Ia adalah seorang aktivis penentang Orde Baru era 1990-an. Sekitar tahun 1994, ia bersama sejumlah rekannya mendirikan Persatuan Rakyat Demokratik (PRD). Budiman didapuk menjadi ketua.
Di PDIP, Budiman dua kali menjadi anggota dewan pada periode 2009 dan 2014. Ia sempat kembali maju pada 2019 lewat dapil yang berbeda namun tak terpilih. (tribun network/frs/den/rin/dod)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.