Selasa, 2 Juni 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 13 Agustus 2023, Siapakah Aku Ini?

Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judu Siapakah Aku Ini.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
FOTO PRIBADI
RENUNGAN - Bruder Pio Hayon SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Minggu 13 Agustus 2023 dengan judul Siapakah Aku Ini? 

Bukan sebaliknya kita menaruh dengki kepada orang lain apalagi menaruh prasangka buruk kepadanya.

Marilah kita berjuang selalu dan belajar dari Maria dan Elisabet untuk selalu membawa Tabut Perjanjian Allah itu dalam diri kita dan disebarkan kepada siapa saja yang kita jumpai, di sana akan ada sukacita dan kegembiraan iman.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 13 Agustus 2023, Bunda Maria Diangkat ke Surga

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus.

Pesan untuk kita, pertama, Maria menjadi orang pilihan Allah dalam seluruh rencana penyelamatan Allah bagi manusia.

Kedua, Maria dan Elisabet berjumpa dengan membawa dalam diri mereka tabut perjanjian baru dan lama. Kita pun selalu membawa tabut perjajian itu yakni Yesus kepada orang lain.

Ketiga, sukacita iman selalu hadir ketika kita membawa Tuhan dalam perjumpaan kita dengan siapa saja dalam hidup kita.

Teks Lengkap Bacaan 13 Agustus 2023

BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Minggu 13 Agustus 2023. 
BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Minggu 13 Agustus 2023.  (Tokopedia)

Bacaan Pertama Wahyu 11:19a;12:1-6a.10ab

"Seorang perempuan berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kakinya."

Bacaan dari Kitab Wahyu:

Aku, Yohanes, melihat Bait Suci Allah yang di surga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu. Lalu tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya, dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

Ia sedang mengandung. Dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan, ia berteriak kesakitan. Maka tampaklah suatu tanda lain di langit: Seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

Ekornya menyapu sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkannya.

Dan perempuan itu melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi. Tetapi tiba-tiba Anak itu direnggut dan dibawa lari kepada Allah dan ke hadapan tahta-Nya.

Lalu perempuan itu lari ke padang gurun, di mana Allah telah menyediakan suatu tempat baginya. Kemudian aku mendengar suara yang nyaring di surga, “Sekarang telah tiba keselamatan, kuasa dan pemerintahan Allah kita! Sekarang telah tiba kekuasaan Dia yang diurapi Allah!

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved