KKB Papua

Opini KKB - Akankah Negosiasi Presiden Jokowi Bisa Membebaskan Pilot Selandia Baru di Papua Barat?

Memaparkan berbagai upaya pembebasan pilot asal Selandia Baru itu, sampai menyentil titik lemah dan titik kuat dari berbagai pendekatan tersebut.

|
Editor: Agustinus Sape
Biro Pers Sekretariat Presiden
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese (kiri) bersama Presiden Joko Widodo mengayuh sepeda di area Kebun Raya Bogor, Senin 6 Juni 2022. Akankah diplomasi dengan Australia dan Papua Nugini bisa memperkuat posisi Indonesia di Papua? 

POS-KUPANG.COM - Terbilang enam bulan sudah Philip Mehrtens, pilot Susi Air berkebangsaan Selandia Baru, disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya.

Berbagai upaya pembebasan sudah dilakukan baik oleh aparat keamanan (TNI-Polri) maupun oleh Presiden Joko Widodo sendiri, namun sang pilot belum juga berhasil dibebaskan.

Irma Rahim melalui artikelnya di  laman jamestown.org berjudul Will Indonesian President Jokowi’s Hostage Negotiations Free the New Zealander Pilot in West Papua?, memaparkan berbagai upaya pembebasan pilot asal Selandia Baru itu, sampai menyentil titik lemah dan titik kuat dari berbagai pendekatan tersebut.

Pilot Susi Air Philip Mehrtens berada di antara anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga Papua Pegunungan. Egianus Kogoya sempat mengultimatum akan mengeksekusi Mehrtens bila pemerintah Indonesia tidak kunjung menggubris tuntutannya.
Pilot Susi Air Philip Mehrtens berada di antara anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga Papua Pegunungan. Egianus Kogoya sempat mengultimatum akan mengeksekusi Mehrtens bila pemerintah Indonesia tidak kunjung menggubris tuntutannya. (Foto KKB)

Dari riwayat berbagai pendekatan yang sudah dilakukan selama ini, Irma Rahim berani memberikan kesimpulan sekaligus optimisme atas pendekatan-pendekatan tersebut. Selengkapnya, simak artikel di bawah ini.

                                                                      *** 

Pada 27 Mei, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menerima ancaman pembunuhan yang tercatat dari Egianus Kogoya (Egi), Panglima Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Gerakan Papua Merdeka (TPNPB–OPM) di wilayah Nduga, Provinsi Papua Barat.

Egi menyatakan akan mengeksekusi pilot Selandia Baru (Philip Mehrtens) yang dibawa ke kampnya setelah disandera pada Februari jika tuntutannya tidak dipenuhi dalam waktu dua bulan (bbcindonesia, 29 Mei; westpapuadaily, 9 Juli).

Egi mengharapkan Jokowi membuka perundingan trilateral yang melibatkan Indonesia, Selandia Baru, dan TNPB–OPM.

Sebaliknya, Jokowi mengubah arah dan terlibat dalam diplomasi “dari hati ke hati” dengan Papua Nugini dan Australia, yang digambarkan Jokowi sebagai tetangga terpenting dan mitra strategis Indonesia di Pasifik (detik, 3 Juli).

Diplomasi Internasional Jokowi

Sejak menjabat pada tahun 2014, Jokowi telah mengadvokasi “pendekatan lunak” terhadap TPNPB-OPM, memanfaatkan negosiasi dan diplomasi internasional di mana dua presiden pertama Indonesia, Sukarno dan Suharto, pernah menggunakan kekuatan (westpapudaily, 4 Juli).

Jokowi memberikan dukungan penuh kepada Bupati Nduga dalam upayanya berunding langsung dengan Egi untuk melepas pilot tersebut.

Selanjutnya, Jokowi memperkuat hubungan bilateral masing-masing dengan Australia dan Papua Nugini, selama kunjungan kepresidenannya ke negara-negara tersebut dari 3 Juli hingga 5 Juli.

Kedua negara tersebut diperkirakan menjadi tuan rumah pendukung kemerdekaan Papua Barat terbanyak di wilayah tersebut.

Baca juga: PM Selandia Baru Desak KKB Papua Segera Bebaskan Pilot Philip Mark Merthens

Menggunakan diplomasi “dari hati ke hati” dengan rekan-rekannya, dia menjelaskan strateginya dan meminta dukungan mereka untuk meminimalkan konflik Papua Barat dan tuntutan TPNPB.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved