Pilpres 2024
Prabowo Subianto Diibaratkan Seperti Nelson Mandela dan Anwar Ibrahim, Dulunya Dibenci Kini Dicintai
Calon presiden dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya atau Koalisi KIR, Prabowo Subianto diibaratkan seperti Nelson Mandela dan Anwar Ibrahim.
POS-KUPANG.COM – Calon presiden dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya atau Koalisi KIR, Prabowo Subianto diibaratkan seperti Nelson Mandela dan Anwar Ibrahim. Dulunya begitu Dibenci tapi sekarang semakin Dicintai
diibaratkan seperti tokoh politik dunia, Anwar Ibrahim dan Nelson Mandela.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPN Partai Gelora Indonesia ( Gelombang Rakyat Indonesia ), Fahri Hamzah terkait perjalanan politik Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto saat ini.
Dikatakannya, jalan politik yang dilewati Prabowo Subianto dengan Anwar Ibrahim yang kini menjadi Perdana Menteri Malaysia, juga Nelson Mandela dari Afrika Selatan, praktis sama.
Anwar Ibrahim, dalam perjalanannya menuju pucuk kepemimpinan di Malaysia sebagai perdana menteri, dijegal dengan berbagai tuduhan. Tuduhan-tuduhan itu sangat membunuh harkat dan martabat kemanusiaan.
“Dari berbagai tuduhan itu, akhirnya dia (Anwar Ibrahim kemudian dihukum penjara selama bertahun-tahun di bawah kepemimpinan Mahathir Mohamad, yang juga pernah menjadi mentornya,” kata Fahri.
Begitu juga kalau terkait kemiripan dengan Nelson Mandela, lanjut Fahri Hamzah, karena Prabowo termasuk orang yang disalahpahami dan terus menerus untuk disingkirkan dari politik, sehingga dia membangun sendiri karakternya.
Tapi, lanjut Fahri Hamzah, kendati mendapat perlakuan yang demikian, baik Nelson Mandela maupun Anwar Ibrahim tetap dicintai oleh rakyatnya. Begitu juga Prabowo Subianto yang juga Menteri Pertahanan RI ini.
Oleh karena itu, lanjut dia, pada momen Pilpres 2024 ini, sebagai waktu yang tepat untuk dilaksanakan rekonsiliasi nasional. Dan, tokoh rekonsiliasi tersebut, adalah Prabowo yang kini mengemban predikat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra.
“Saya kira semangat pada persatuan bangsa, jadi modal penting bagi Prabowo Subianto untuk bertarung pada Pilpres 2024 nanti,” kata Fahri kepada awak media di Jakarta, Sabtu 22 Juli 2023.
Fahri juga menyinggung soal sosok Budiman Sudjatmiko yang kini cenderung mendukung Prabowo Subianto ketimbang calon presiden yang lain. Padahal Budiman merupakan kader partai bukan dari Gerindra atau Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Bagi Fahri Hamzah, hadirnya Budiman Sudjatmiko bersama Prabowo Subianto menunjukkan adanya niatan untuk menghentikan kecurigaan dan fitnah kepada Prabowo seperti yang dilakukan selama ini.
Fahri yang juga Wakil Ketua DPR RI Periode 2014-2019 itu menyebutkan bahwa Prabowo Subianto merupakan tokoh sabar dan ikhlas dengan segala macam tuduhan kepadanya selama 25 tahun terakhir.
Tapi sekarang semua mulai berubah. “Contoh, masuknya Budiman Sujatmiko mendukung Prabowo Subianto, menunjukan bahwa adanya niatan untuk menghentikan kecurigaan dan fitnah kepada Prabowo seperti selama ini," ujar Fahri.
Dikatakannya, sekarang ini sudah tiba waktunya bagi Prabowo untuk dipilih dan memimpin negeri ini. Prabowo sudah memberikan yang terbaik selama mengabdi di negeri ini.
“Dia (Prabowo Subianto) memiliki memori sejarah yang kuat tentang politik Indonesia, sehingga menjadi modal baginya untuk melakukan rekonsiliasi. Ini fakta tentang perjalanan politik Prabowo Subianto selama ini,” pungkasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.