Berita Manggarai Barat

Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Labuan Bajo Manggarai Barat Tinggi

Operasi Patuh Turangga 2023 ini berlangsung selama 14 hari, mulai 10 Juli hingga 23 Juli 2023.

Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/BERTO KALU
OPERASI - Anggota Polres Manggarai Barat saat melaksanakan Operasi Patuh Turangga 2023 di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Kamis 13 Juli 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Angka kecelakaan lalu lintas di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) tinggi. Pada tahun 2023, meningkat dari tahun sebelumnya pada periode yang sama.

Ketika dikonfirmasi, Kasat Lantas Polres Manggarai Barat Iptu Royke Weridity mengatakan, jika melihat tren angka laka lantas di Manggarai Barat, terdapat 48 kasus laka lantas dalam 6 bulan terakhir, korban meninggal dunia sebanyak 4 orang, luka ringan 13 orang dan luka berat 50 orang.

Baca juga: Meriahkan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-67, Polres Mabar Gelar Car Free Day

"Angka ini mengalami peningkatan dari periode yang sama di tahun 2022 yakni 41 kasus kecelakaan dengan angka korban meninggal dunia sebanyak 4 orang, korban luka ringan 14 orang dan luka berat 33 orang," jelas Royke, Kamis 13 Juli 2023.

Menurut dia, banyaknya kecelakaan yang terjadi kerap kali diawali dengan pelanggaran lalu lintas. Oleh sebab itu ia berharap dengan adanya Operasi Patuh Turangga 2023 diharapkan mampu menekan angka kecelakaan.

Operasi Patuh Turangga 2023 ini berlangsung selama 14 hari, mulai 10 Juli hingga 23 Juli 2023.

Baca juga: Polres Manggarai Barat Edukasi Tertib Berlalu Lintas Kepada Pelajar di Labuan Bajo

"Semoga operasi ini dapat memberikan perlindungan dan keselamatan dalam berlalu lintas di Manggarai Barat, khususnya Kota Labuan Bajo yang banyak dikunjungi wisatawan," ujarnya.

Ia menjelaskan, operasi patuh Turangga 2023 ditujukan untuk beberapa pelanggar lalu lintas, di antaranya pengendara tidak memakai helm, melawan arus, pengendara di bawah umur, melanggar rambu-rambu lalu lintas, berkendara melebihi batas kecepatan, menggunakan ponsel saat berkendara, dan tidak mengenakan safety belt.

 

"Kegiatan operasi ini kita utamakan persuasif dan memberikan edukasi kepada pengendara. Tetapi, tetap didukung oleh penindakan pelanggaran dengan dilakukan penilangan," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di Labuan Bajo, butuh kolaborasi dan langkah bersama berbagai pihak guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan etika dan aturan berkendara.

"Selalu patuhi peraturan lalu lintas saat berkendara, utamakan keselamatan karena keluarga anda menunggu anda di rumah. Keselamatan untuk kemanusiaan," pungkasnya. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved