Berita NTT
Dokter Yudith Kota Kembali Terpilih Jadi Ketua Persi Wilayah NTT
banyak tantangan kedepan terutama di era digitalisasi, NTT kesulitan dan tertinggal di bidang IT.
Penulis: Michaella Uzurasi | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dokter Yudith Kota, M.Kes kembali terpilih sebagai Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) wilayah Nusa Tenggara Timur periode 2023-2026.
Keputusan ini ditetapkan dalam musyawarah wilayah Persi NTT yang digelar Jumat, 7 Juli 2023.
Dalam kesempatan tersebut dokter Yudith mengucapkan terimakasih kepada semua anggota Persi yang telah mempercayakan dia untuk melanjutkan masa bakti yang berikut.
"Harapan saya sih tentunya kami bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dan juga mengayomi rumah saki," kata Direktur Rumah Sakit Kartini Kupang ini.
Baca juga: Suzuki New XL7 Hybrid Segera Hadir di NTT, Mobil Efisien dan Ramah Lingkungan
Menurut dia, saat ini permasalahan rumah sakit sebenarnya banyak, apalagi di era sekarang pemerintah sudah merencanakan untuk semua masyarakat harus menjadi anggota BPJS.
"Nah kendalanya kami kalau hampir semua pasien itu BPJS bagaimana semua rumah sakit itu bisa melayani dengan baik dan tidak boleh ada diskriminasi kepada peserta artinya bagaimana supaya pendapatannya bisa terjaga dengan melakukan pelayanan yang baik kepada peserta terus juga memahami semua regulasi yang terkait dengan rumah sakit bagaimana dia bisa melakukan kendali biaya dan bagaimana melakukan efisiensi supaya pendapatannya itu mampu membiayai rumah sakit untuk bisa berdiri sendiri," jelas dr. Yudith Kota
"Yang kedua, kendali mutu, bagaimana melakukan tata kelola rumah sakit yang baik, Manajemen keuangan, Manajemen sumber daya manusia, mempekerjakan sdm yang sesuai standar supaya tidak menimbulkan masalah di kemudian hari," tambahnya.
Selama ini, kata dia, semua bekerja sama dengan baik walaupun di NTT kendala geografis masih menjadi yang utama tetapi pihaknya selalu melakukan pertemuan melalui zoom jika misalnya ada regulasi baru akan disosialisasikan bersama supaya semua sepemahaman.
"Ada kendala misalnya ada komplain yang disampaikan masyarakat, kami juga menghubungi rumah sakit artinya berusaha netral dan membantu rumah sakit bila ada masalah berkaitan dengan masalah hukum atau apapun itu. Kalau untuk netral kalau memang salah ya kita mengingatkan tapi kalau memang rumah sakitnya benar kita juga membantu mereka untuk bersama - sama beradvokasi ke masyarakat maupun ke pemerintah untuk menyelesaikan masalah," ujarnya.
Baca juga: Suhu Muka Laut Hangat, Wilayah NTT Masih Dilanda Hujan
Dikatakan dr. Yudith Kota, banyak tantangan kedepan terutama di era digitalisasi, NTT kesulitan dan tertinggal di bidang IT.
"Kedepan ini kan semua rumah sakit rekam mediknya harus elektronik jadi kita ini beberapa rumah sakit di daerah yang bermasalah dengan sistem IT," kata dr. Yudith Kota
"Tetapi semoga kedepannya dengan bantuan pemerintah beberapa rumah sakit terpencil itu bisa dibantu," lanjutnya.
Disamping pemilihan Ketua Persi wilayah NTT, dalam muswil tersebut juga dipilih Ketua Majelis Etik Kehormatan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Makersi) wilayah NTT.
Ketua Makersi wilayah NTT terpilih, dr. Rita Enny , M.Kes mengatakan, Makersi merupakan perangkat dari Persi, badan otonom yang dibuat oleh Persi yang dari tingkat pusat turun ke wilayah NTT.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pose-bersama-setelah-muswil-persi.jpg)