Berita Lembata
Warga Keluhkan Abrasi Pantai SGB Bungsu di Lewoleba yang Makin Parah
Skop, cangkul, ember dan lainnya menjadi peralatan yang digunakan untuk menimbun bagian bibir Pantai SBG Bungsu yang terkikis oleh air laut.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Warga Kelurahan Lewoleba Utara mulai menimbun wilayah bibir Pantai SBG Bungsu yang terkikis oleh air pasang.
Skop, cangkul, ember dan lainnya menjadi peralatan yang digunakan untuk menimbun bagian bibir Pantai SBG Bungsu yang terkikis oleh air laut.
Bagian bibir Pantai SBG Bungsu itu pula selama ini gunakan sebagai jalan untuk menuju belasan rumah warga yang ada di seberang.
Baca juga: Pemilih Milenial Dominasi Daftar Pemilih Tetap Kabupaten Lembata
Menurut warga, jalan ini merupakan satu-satunya akses menuju rumah warga sehingga mau atau tidak, warga akan berupaya memperbaikinya.
Areal yang terdampak abrasi lumayan luas sehingga membutuhkan material yang banyak. Warga hanya mampu mendatangkan 5 truk pasir dan 1 truk batu.
Material tidak cukup, warga kemudian menambahkan limbah kayu untuk menggantikan batu.
Baca juga: Vian Ikun Jadi Bacaleg Lembata Termuda, Janji Berikan 90 Persen Gaji untuk Masyarakat
Pada areal yang terdampak abrasi, warga menimbun batu sebagai penyangga lalu memasukan pasir. Pekerjaan ini dilakukan secara manual.
Salah satu warga Kelurahan Lewoleba Utara, Afilina Lasi Hibu mengatakan, sejak awalnya tinggal di lokasi ini, semuanya berjalan baik.
Namun pada Desember 2022, sedikit demi sedikit bibir pantai itu mulai terkikis sehingga jalan yang menjadi akses ke rumahnya terputus.
Baca juga: Komisi II DPRD Lembata Minta Pemkab Selesaikan Data Kemiskinan Ekstrim
Jalan ini kemudian sulit untuk dilalui. Satu-satunya kendaraan bermotor yang bisa melewati jalan ini adalah sepeda motor. Tetapi berlumpur dan cukup berbahaya.
"Selama ini motor lewat juga jalannya sedikit saja. Sudah dua tahun truk tidak bisa lewat. Kalau pake motor salah sedikit maka masuk dalam laut," ungkap Afilina.
Kadang Afilina harus memutar melewati kebun miliki orang. Tetapi jalur alternatif itu sudah ditutup oleh pemilik kebun sehingga harus tetap melewati jalur bibir pantai yang terdampak abrasi.
"Paling susah itu kalau musim hujan lalu anak-anak harus pergi sekolah. Kita antar itu kadang sampai jatuh di dalam lumpur," jelas Afilina.
Warga kemudian mengadukan kepada Pemerintah Kelurahan Lewoleba Utara untuk segera memperbaiki jalur yang terletak di pantai SGB Bungsu, Kelurahan Lewoleba Utara, Kabupaten Lembata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Peneliti-Lingkungan-Piter-Pulang-menjelaskan-dampak-perubahan-iklim-di-Sekretariat-LSM-Barakat.jpg)