Opini
Opini Yosua Noak Douw: Berbagi Ihwal Perkara SDM Unggul dari Tolikara
Pemkab Tolikara sudah care terhadap upaya peningkatan SDM sebagai wujud nyata dan tanggungjawab terhadap generasi unggul.
POS-KUPANG.COM - Pelajaran berharga meningkatkan sumber daya manusia ( SDM ) unggul sejak dari kandungan ibu atau pemberian makanan bergizi atau sarapan pagi secara kontinyu kepada anak-anak mulai usia PAUD hingga SLTA dapat dipetik dari kebijakan pemerintah daerah di Provinsi Papua Pegunungan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolikara, misalnya, jauh-jauh sudah care terhadap upaya peningkatan SDM sebagai wujud nyata dan tanggungjawab terhadap masa depan generasi unggul di wilayah itu.
Pemerintah Indonesia pun memiliki perhatian ekstra terkait sektor kesehatan sebagai modal dasar mendeteksi sekaligus mempersiapkan SDM unggul penerus tongkat estafet dalam mengurus masyarakat, bangsa, dan negara.
Setiap berganti Presiden, kebijakan negara melalui pemerintahan baik dari pusat hingga daerah dipastikan menjadikan sektor ksehatan sebagai sebagai core bussines dalam kebijakan pembangunan nasional.
Masyarakat yang sehat menjadi alasan di balik kerja keras mendorong sektor kesehatan dengan dukungan dana mengurus sektor ini.
Tak berlebihan setiap berganti rezim ihwal SDM yang dimulai sejak dini dengan gizi pada ibu hamil menjadi agenda krusial Presiden dan jajaran pemerintah mulai dari pusat hingga daerah seperti Tolikara, sebuah kabupaten nun di timur Indonesia.
Baca juga: Boyamin Saiman Bongkar Fakta Terbaru: Gubernur Papua Tak Punya Tambang Emas di Mamit Tolikara
Indonesia Sehat menjadi salah satu program dari Agenda ke-5 Nawa Cita yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Program ini ditopang program sektoral lainnya yaitu Program Indonesia Pintar, Indonesia Kerja, dan Indonesia Sejahtera.
Indonesia Sehat menjadi program utama pembangunan kesehatan yang kemudian direncanakan pencapaiannya melalui Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2015-2019, yang ditetapkan melalui Keputusan Menkes Nomor HK.02.02/Menkes/52/2015 (kemkes.go.id).
Kisah Tolikara
Pemerintah Tolikara sejak terbentuknya kabupaten ini memiliki perhatian besar terhadap upaya peningkatan SDM unggul. Salah satu langkah kecil yang dimulai yaitu memberi makan bergizi selama 1000 hari kepada ibu hamil, ibu menyusui dan bayi setiap hari melalui Program 1000 Hari Pertama Kehidupan (Serbamapan). Kemudian memberi makan pagi (sarapan) kepada anak anak PAUD, TK, SD, SMP setiap hari sekolah.
Latar program ini didasari sejumlah pertimbangan Pemkab Tolikara Bersama sejumlah dinas dan instansi terkait. Pertama, selama seribu hari pertama kehidupan para ahli di seluruh dunia sepakat sebagai moment terpenting dalam hidup seseorang.
Sejak saat konsepsi (pertemuan sperma dan sel telur), perkembangan janin di dalam kandungan hingga ulang tahun yang kedua menentukan kesehatan dan kecerdasan seseorang.
Kedua, makanan bergizi selama kehamilan dapat mempengaruhi fungsi memori, konsentrasi, pengambilan keputusan, intelektual, mood, dan emosi seorang anak di kemudian hari.
Baca juga: Presiden Jokowi Keluarkan Instruksi: Segera Pulihkan Keamanan di Papua, 2 Kabupaten Jadi Prioritas
Para ahli menemukan bahwa setidaknya 50 zat yang mempengaruhi fungsi otak yang berasal dari asupan makanan dan nutrisi mikro selama 1000 hari pertama kehidupan.
Ketiga, kegagalan asupan nutrisi penting selama periode emas ini menimbulkan efek jangka panjang dan tidak dapat diubah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Yosua-Noak-Douw-Penulis-Opini-Tolikara.jpg)