Berita Kota Kupang
IKADA Kupang Deklarasi Tolak Paham Radikalisme dan Intoleransi
dari 51 paguyuban yang sudah terdaftar di IKADA Kupang dari setiap data Kepala Keluarga (KK), jumlah seluruh anggotanya adalah 906 KK
Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Ikatan Keluarga Ngada atau disebut IKADA Kupang mendeklarasikan penolakan paham radikalisme dan intoleransi.
Adapun Tema yang diusung dalam deklarasi ini yaitu Dengan Semangat Kebhinekaan, Kita Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia serta Mempererat Kerukunan dan Toleransi Beragama di Provinsi NTT yang berlangsung di Kupang, Rabu 28 Juni 2023.
Usai mendeklarasikan penolakan radikalisme dan intoleransi itu, Dr. Sipri Radho Toly selaku ketua IKADA Kupang menyampaikan kepada seluruh masyarakat NTT jika NTT yang sangat beragam dari sisi etnis, suku, agama dan keberagaman-keberagaman tradisional yang ada perlu dijauhkan dari paham radikalisme dan intoleransi yang menimbulkan perpecahan.
Baca juga: Ini Pesan Josef Nae Soi Saat Melantik Pengurus IKADA Kupang Periode 2023-2026
"Mari kita memelihara dan menggunakan itu sebagai kekuatan bersama. Kita di Indonesia sangat beragam. Jadi mari kita jadikan keberagaman ini sebagai kekuatan bersama untuk menjaga keseimbangan," ajaknya.
Sipri Toly menyebutkan, dari 51 paguyuban yang sudah terdaftar di IKADA Kupang dari setiap data Kepala Keluarga (KK), jumlah seluruh anggotanya adalah 906 KK dengan jumlah peserta mendekati 6000 orang, itu pun tidak termasuk 5 paguyuban yang belum terdaftar di IKADA Kupang.
"Ada banyak orang Ngada di Kupang ini yang belum tendaftar di Paguyuban. Untuk Ngada ada tiga sub etnis yaitu sub etnis Riung, sub etnis Bajawa dan sub etnis Soa yang semuanya ada di Kupang ini. IKADA ini adalah organisasi sosial yang tidak ada gajinya tetapi bekerja secara sosial, Sehingga, kita mencoba dengan segala potensi yang ada untuk berbuat banyak bagi orang Ngada di Kupang," ungkapnya.
Untuk NTT, kata Sipri Toly, memang memiliki potensi untuk selalu menjaga kebersamaan satu sama lain. Namun dari berbagai referensi yang diperoleh NTT sedang dilirik oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan radikalisme dan intoleransi.
Baca juga: Pelantikan Pengurus IKADA Kupang Diawali Dengan Ritual Adat Riung
"Dari hal itu, kami IKADA Kupang bertekat untuk menolak radikalisme dan intoleransi. Kita harus menjaga NTT ini sebagai rumah damai kita bersama. Sehingga, kita hidup damai, kita hidup tenang maka Pemerintah bekerja secara aman dan masyarakat membangun hidup secara damai," tegasnya.
Lebih lanjut, Sipri Toly menegaskan, setelah menggrlat deklarasi tersebut, IKADA pun berkomitmen untuk terus menjaga perdamaian yang ada di NTT.
"Kita pastikan bahwa kita bukan saja sebatas deklarasi, tetapi perlu adanya upaya-upaya lanjutan dengan melakukan komunikasi bersama sub etnis lain yang ada di Kupang seperti Rote, Sabu, Sumba, Timor, Alor, Flores dan seluruh NTT untuk bersama-sama menolak paham radikalisme dan intoleransi yang masuk di NTT," tuturnya.
Sipri Toly menambahkan, IKADA Kupang akan terus berupaya membangun hubungan dengan etnis lainnya yang ada di Kupang untuk bekerja sama menolak radikalisme dan intoleransi di NTT.
Baca juga: Ikatan Keluarga Ngada Dilantik Hari ini, Begini Susunan Pengurus IKADA Kupang Periode 2023 -2026
"Kami sedang membangun komunikasi dengan beberapa ketua dari etnis-etnis yang ada di Kupang ini. Jadi kita harapkan suatu saat, kami akan bertemu dengan semua ketua-ketua sub etnis yang ada di Kota Kupang ini untuk mencoba berdiskusi melakukan deklarasi bersama menolak radikalisme dan intoleransi," ungkapnya.
Dalam Deklarasi Penolakan Paham Radikalisme dan Intoleransi ini, para pengurus Ikada Kupang mendeklarasikan sejumlah poin penting, yang menyatakan
Kami Warga Ikatan keluarga Ngada (Ikada) Kupang dengan ini menyatakan bahwa:
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.