KKB Papua
Benny Wenda Sebut Pemerintah Indonesia Intensifkan Operasi Militer di Papua
United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menyebut Indonesia sekali lagi meningkatkan operasi militer di provinsi Papua.
POS-KUPANG.COM - United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menyebut Indonesia sekali lagi meningkatkan operasi militer di provinsi Papua.
Presiden sementara gerakan itu Benny Wenda mengatakan 19 anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) ditahan pada 9 Juni dan didakwa makar.
Pertempuran antara pasukan keamanan Indonesia dan sayap militer dari gerakan tersebut, Tentara Pembebasan Papua Barat, telah meningkat sejak pemberontak Papua menyandera pilot Selandia Baru, Phillip Mehrtens, pada bulan Februari.
Bulan lalu Reuters melaporkan juru bicara militer Indonesia Brigadir Jenderal Praantara Santosa mengatakan 400 tentara dari Batalyon 315/Garuda yang tangguh dalam pertempuran, dijuluki 'Pasukan Setan' setelah mengambil bagian dalam konflik berdarah di Timor Timur, dikerahkan ke Papua setelah gangguan dalam dialog dengan separatis.
Wenda menyerukan kepada Indonesia untuk mengizinkan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia akses ke provinsi Papua bersama dengan semua wartawan asing dan organisasi non-pemerintah.
"Orang Papua Barat sangat menderita selama beberapa bulan terakhir karena eskalasi militer ini," katanya.
“Warga sipil di Intan Jaya, Puncak Jaya, dan daerah pedesaan lainnya hidup di bawah darurat militer, dengan gerombolan tentara Indonesia yang berkeliaran bertindak dengan impunitas total. Kehidupan di Papua Barat sekarang ditentukan oleh pengawasan, penyiksaan, dan penangkapan sewenang-wenang.
"Penangkapan anggota KNPB ini adalah contoh lain dari arti 'siaga tempur' militer Indonesia bagi Papua Barat," katanya.
Bukan Operasi Militer
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono sebelumnya mengatakan, status siaga tempur yang ditetapkan di daerah-daerah rawan di Papua bukanlah bentuk operasi militer yang dilakukan TNI.
Yudo menuturkan, status siaga tempur ditetapkan guna menumbuhkan naluri prajurit TNI dalam mengantisipasi serangan dari pihak lawan.
"Jadi jangan dipelesetkan itu operasi militer, bukan, belum operasi militer. Siaga tempur itu untuk menumbuhkan naluri militer pada para prajurit," kata Yudo di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu 26 April 2023.
Yudo menyampaikan, selama ini aparat TNI melakukan operasi teritorial dan komunikasi sosial di daerah-daerah di Papua yang kerawanannya tidak tinggi.
Namun, kata dia, aparat yang bertugas di daerah lebih rawan mesti lebih siaga untuk bertempur.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.