Breaking News

Berita Alor

Akademisi Untrib Kalabahi Ciptakan Aplikasi Ojek Online Pertama di Kabupaten Alor

plikasi ini diberi nama KAJEK. Hal ini disampaikan oleh Jon Idrison Molina M.Kom., selaku salah satu pendiri KAJEK.

Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
KAJEK - Akademisi Universitas Tribuana (Untrib) Kalabahi ciptakan aplikasi ojek online pertama di Kabupaten Alor. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Else Nago 

POS-KUPANG.COM, KALABAHI - Akademisi Universitas Tribuana (Untrib) Kalabahi, Kabupaten Alor berhasil menciptakan aplikasi ojek online pertama di Kabupaten Alor.

Aplikasi ini diberi nama KAJEK. Hal ini disampaikan oleh Jon Idrison Molina M.Kom., selaku salah satu pendiri KAJEK.

Jon mengungkapkan bahwa ide mendirikan Kajek muncul karena dirinya melihat lulusan Universitas Tribuana Kalabahi yang kian bertambah tiap tahunnya. 

Baca juga: Wujudkan Pembinaan Berkualitas, Kalapas Kalabahi Bangun Kolaborasi dengan Mahasiswa Untrib Alor

"KAJEK ini merupakan aplikasi ojek online karya anak Alor, NTT. Terkait motivasi membuat aplikasi KAJEK ini karena kami sebagai akademisi di Perguruan tinggi, setiap tahun melahirkan alumni ke tengah masyarakat. Hal ini membuat kami berpikir untuk bagaimana menyediakan lapangan pekerjaan bagi mereka. Selain itu, KAJEK juga membutuhkan SDM yang berusia produktif," ujar Jon, Senin 26 Juni 2023.

Lebih lanjut Jon mengungkapkan bahwa KAJEK telah memperoleh izin operasional dari Kemenkumham sejak 28 Januari 2022 dan terdaftar sebagai aplikasi ojek online di Playstore.

Baca juga: Polres Alor Kerja Bakti Bersihkan Tempat Ibadah

"Kami telah terdaftar dan memperoleh izin operasional dari Kementerian Hukum dan HAM pada 28 Januari 2023. Saat ini KAJEK telah memiliki 15 cabang di Provinsi NTT dan 5 cabang di luar NTT," kata Jon.

Cabang-cabang tersebut yakni di Kalabahi Alor, Kota Kupang, Soe, Kefa, Belu, Malaka, Larantuka, Ende, Maumere, Bajawa, Nagekeo, Ruteng, Labuan Bajo, Waingapu, dan Tambolaka

Adapun 5 cabang di luar NTT yakni di Kalimantan Selatan di daerah Barabai, Kandangan, Amuntai. Sedangkan Kalimantan Tengah berada di Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur, dan di Jember, Jawa Timur," jelas Jon.

Demikian Jon mengungkapkan selama menjalankan KAJEK, pihaknya tak luput dari berbagai kendala.

Baca juga: Lapas Kalabahi Adakan Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis Bagi Warga Binaan 

"Kendala kehadiran ojek online di Kalabahi adalah tidak mudah merubah kebiasaan masyarakat lokal, yang awalnya menggunakan ojek konvensional untuk beralih ke ojek online. Selain itu kendala yang kami temui saat membuka cabang baru adalah calon admin yang kami hubungi tidak begitu aktif mempromosikan KAJEK di wilayahnya, sehingga kami memutuskan hubungan kerja sama," ungkap Jon.

Kendati demikian Jon dan dua pendiri lainnya yakni Alfonso F. Gorang, S.Sos., M.M., selaku Rektor Untrib Kalabahi, Ferdinan R. Anigomang, S.E., M.M., selaku Dosen Fakultas Ekonomi Untrib berharap KAJEK dapat melebarkan sayapnya hingga ke pelosok tanah air.

"Harapan kami agar KAJEK semakin dikenal dan diminati masyarakat Indonesia. KAJEK dalam penggunaannya sangat mudah, tidak hanya untuk memesan ojek tetapi juga ada beberapa fitur menarik lainnya seperti memesan makan, paket, berbelanja, dan lain sebagainya sehingga semakin mempermudah aktivitas masyarakat," harap Jon. (cr19)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved