Museum SBY

Susilo Bambang Yudhoyono Diprotes Anak Buah Gegara Foto Moeldoko di Museum SBY: Mestinya Diturunkan

Susilo Bambang Yudhoyono Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat kini diprotes oleh anak buahnya. Ini terjadi karena ada foto Moeldoko di Museum SBY.

|
Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM/kolase foto
PROTES SBY - Anak buah SBY tetiba mengajukan protes langsung ke Susilo Bambang Yudhoyono. Protes itu dilakukan karena mereka melihat ada foto Moeldoko di Museum SBY di Pacitan. 

POS-KUPANG.COM - Susilo Bambang Yudhoyono Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat kini diprotes oleh anak buahnya. Ini terjadi lantaran SBY memajang foto Moeldoko, Kepala Staf Presiden (KSP) di Museum SBY di Pacitan.

Aksi protes itu dilakukan karena Moeldoko merupakan sosok yang melakukan kudeta dengan berusaha mengambil paksa jabatan Ketua Umum Partai Demokrat dari tangan Agus Harimurti Yudhoyono, Putra Sulung SBY.

Bahkan sampai saat ini, Moeldoko masih terus melakukan upaya hukum dengan mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung (MA). Hingga saat ini, MA belum memutuskan perkara tersebut.

Lantaran sampai sekarang Moeldoko masih mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas keputusan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) yang menolak pengesahan kepengurusan Demokrat kubu Moeldoko, maka anak buah SBY pun marah.

"Anak buah protes karena Presiden ke-6 RI itu memajang foto Moeldoko di Museum SBY," ujar Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon.

Melalui akun Twitternya, Jansen mengatakan bahwa kasus itu bermula saat Jansen Sitindaon bersama sejumlah rekannya jalan-jalan di Museum SBY.

Bahwa di museum itu terdapat banyak foto yang dipajang di dinding-dinding museum. Saat itu Jansen kaget karena melihat ada foto Moeldoko di museum tersebut.

Melihat itu, Jansen bersama rekan-rekannya menyatakan tak terima. "Di Museum Pak SBY di Pacitan, ada banyak foto. Di salah satu sudutnya kami kaget, krn melihat di salah satu dinding terpasang foto Moeldoko (salah satunya foto di bawah). Sontak saya dan beberapa teman tidak terima," tulis Jansen sebagaimana dikutip Tribunnews.com, Kamis 22 Juni 2023.

Pada sore harinya, saat bertemu dengan SBY, Jansen kemudian menyampaikan protes atas adanya foto Moeldoko di museum.

Jansen meminta agar foto yang memuat wajah Moeldoko itu diturunkan saja dan diganti foto yang lain. Karena bagi Jansen, Moeldoko adalah pengkhianat.

"Sorenya ketika jumpa Pak SBY dgn berapi-api kami ngomong “Pak, mohon izin kenapa foto yg ada wajah Moeldoko itu tidak diturunkan saja, diganti dgn yg lain biar wajahnya tidak ada di Museum ini, penghianat dia itu pak dst”," tulisnya.

Menjawab hal itu, SBY mengatakan bagaimanapun Moeldoko adalah sejarah dari pemerintahannya.

Karena itu tidak mungkin untuk tidak memunculkan wajah Moeldoko di Musem SBY yang memang menceritakan masa pemerintahan SBY. Sejarah tetaplah sejarah, yang tidak boleh dihapus.

Baca juga: SBY Bermimpi Naik Kereta Api Bersama Presiden ke-8 RI, Sosok dan Namanya Dikantongi Ayahanda AHY

"Beliau kemudian menjawab kami dgn tenang, lebih kurang: “Sudah gak apa-apa, kan memang dia bagian dari pemerintahan saya. Saya yg mengangkatnya jadi KASAD dan Panglima. Ini kan Museum terkait sejarah perjalanan pemerintahan itu, kan tidak mungkin wajah dia sama sekali tidak ada di Museum ini. Sejarah itu ya tetap sejarah, tidak boleh kita hapus apapun kondisinya. Biarlah yang dia lakukan skrg menerima balasnya sendiri nanti. Termasuk tentu yg dia lakukan skrg ini sejarah yang juga harus kalian ingat selaku kaderkan dst”."

Menerima penjelasan SBY, Jansen dan teman-temannya akhirnya terdiam dan menerima penjelasan SBY.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved