KKB Papua
Bekas Anggota TNI Tembak Prajurit TNI Polri, Untungnya Tak Ada Korban Jiwa
Salah satu bekas anggota TNI yang membelot ke KKB Papua, menembak prajurit TNI Polri yang hendak meringkus oknum pelaku pembunuhan warga sipil.
Saat itu warga terpaksa dievakuasi dan diamankan ke Distrik Kenyam, Ibu Kota Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Hal ini dilansir Pos-Kupang.com dari Tribun-Papua.com.
"Ada 156 warga Nogoloit mengamankan diri ke Kenyam. Saat itu mereka ditampung sementara di Gereja Siloam," ujarnya.
Rio Alexander Panelewen menyebutkan bahwa KKB Papua meminta uang kepada warga dengan cara memaksa. Saat itu mereka menodongkan senjata bahkan langsung memasuki pemukiman warga.
Baca juga: Pemimpin Suku di Sota Tolak KKB Papua, Kini Ajak Egianus Kogoya Sama-sama Bangun Daerah
Menghadapi kejadian itu, warga pun meminta aparat keamanan agar mengevakuasi mereka ke dalam kota Kenyam sehingga mereka tidak menjadi korban kekejaman KKB Papua.
"Mereka ( KKB) sempat masuk ke toko terus todong senjata untuk minta uang," kata Rio.
Berhasil Gerebek Markas KKB
Sebelumnya juga diberitakan bahwa Satgas Ops Damai Cartenz baru-baru ini berhasil menggerebek markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang ada di Kepulauan Yapen.
Tim yang tergabuung dalam Satgas Ops Damai Damai Cartenz itu melakukan penggerebekkan tempat persembunyian KKB di Kampung Ambaidiru, Distrik Kosiwo, Jumat 16 Juni 2023 lalu.
Plh Waka Ops Damai Cartenz, Joko Sulistio, mengatakan, pengerebekan markas KKB di Kampung Ambaidiru itu adalah penindakan dan penegakan hukum terhadap KKB Papua.
Usai penggerebekan, tim TNI-Polri menemukan beberapa barang bukti berupa senjata api hingga bendera Bintang Kejora.
Tepatnya yakni, 1 buah senjata api rakitan berbahan kayu menyerupai pistol, 1 buah pistol korek api merek P, 1 buah rompi warna loreng, bendera Bintang Kejora berukuran 25cm x 15cm, dan lainnya.
“Jadi penggerebekan markas KKB kami berhasil menemukan dan menyita senjata api rakitan dan puluhan barang bukti lainya,” tutur Kombes Pol Joko Sulistio.
Kini barang bukti itu telah disita dan diserahkan kepada penyidik Polres Kepulauan Yapen.
Kombes Pol Joko Sulistio menyebut operasi ini dilakukan lantaran KKB Papua telah melakukan tindakan kriminal dengan membakar alat berat excavator dan mengibarkan Bendera Bintang Kejora pada 29 Mei 2023 lalu di Kampung Woda, Distrik Rainbawi, Kabupaten Kepulauan Yapen.
Pihaknya juga menyampaikan dalam penggerebekan tak ada warga yang diamankan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.