KKB Papua
Hendak Disergap di Kampung Ambaidiru, Kepulauan Yapen, Pimpinan KKB Papua Melarikan Diri
Sefnat Marani, pimpinan KKB Papua di Kepulauan Yapen berhasil melarikan diri saat disergap prajurit TNI Polri di tempat persembunyiannya di Kisiwo.
POS-KUPANG.COM - Sefnat Marani, pimpinan KKB Papua di Kepulauan Yapen berhasil melarikan diri saat hendak disergap prajurit TNI Polri di tempat persembunyiannya di Kampung Ambaidiru, Distrik Kosiwo, Kabupaten Yapen.
Sefnat Marani kabur sebelum prajurit TNI Polri yang tergabung dalam Satgas Ops Damai Cartenz tiba di lokasi yang telah
diidentifikasi sebagai markas KKB Papua pimpinan Sefnat Marani.
Dari berbagai informasi yang beredar di media sosial, Sefnat Marani kabur beberapa saat sebelum prajurit TNI Polri tiba di
markas KKB Papua yang selama ini dijadikan sebagai tempat persembunyian.
Meski lolos dari sergapan TNI Polri, namun di markas KKB Papua itu, aparat berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa senjata api rakitan, alat komunikasi berupa Ht, beberapa rompi dan bendera bintang kejora.
Penggerebekan dilakukan Satgas Damai Cartenz tepatnya di Kampung Ambaidiru, Distrik Kosiwo, Kabupaten Yapen pada Jumat 16 Juni 2023. Markas tersebut merupakan milik KKB Sefnat Marani.
"Kita tahu markasnya siapa, cuma waktu itu dia nggak ada, SM," kata Kepala Satgas Ops Damai Cartenz Kombes Faizal
Ramadhani saat dikonfirmasi detikcom, Minggu 18 Juni 2023.
Kombes Faizal menuturkan penggerebekan dilakukan setelah mendapat laporan dari masyarakat. Hanya saja, saat digerebek
mereka sudah melarikan diri.
"Iya, ada informasi dari masyarakat tentang posisi dan keberadaan mereka, sampai di tempat mereka, mereka ini udah
lari, tinggal markasnya aja sama ada beberapa barang bukti," terangnya.
Petugas menemukan sejumlah barang bukti yang diduga mereka gunakan untuk melakukan aksi kriminal. Salah satunya ada senpi rakitan yang terbuat dari kayu.
"Ada bendera bintang kejora, ada beberapa kita menemukan senjata rakitan, sama alat komunikasi HT juga kita temukan,"
bebernya.
Sementara itu, Plh Waka Ops Damai Cartenz Kombes Joko Sulistio mengungkapkan penggerebekan markas KKB di Kampung Ambaidiru tersebut dalam rangka penindakan dan penegakan hukum. Sebab KKB Sefnat Marani baru saja melakukan aksi kejahatan di daerah tersebut.
Tindak kejahatan yang dilakukan Sefnat Marani cs adalah membakar alat berat berupa excavator yang ada di kampung
tersebut. Tindakan anarkis itu dilakukan pada akhir Mei, tepatnya 29 Mei 2023.
Baca juga: Pemimpin Suku di Sota Tolak KKB Papua, Kini Ajak Egianus Kogoya Sama-sama Bangun Daerah
Selain membakar excavator, KKB Papua pimpinan Sefnat Marani Juga mengibarkan bendera Bintang Kejora di Kampung Woda, Distrik Rainbawi, masih di Kabupaten Kepulauan Yapen.
Saat ini, Sefnat Marani pun dikejar aparat TNI Polri. Ia diburu agar mempertanggungjawabkan perbuatannya dalam kasus pembakaran alat berat pada 29 Mei 2023 lalu. (*)
Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.