Berita NTT
Kemenhub Minta Pemerintah Provinsi NTT Usul Tambahan Kapal Angkut Ternak
data yang diperoleh menerangkan bahwa selain Kupang dan Waingapu, potensi ternak juga ada pulau Flores.
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kementerian Perhubungan RI meminta Pemerintah Provinsi NTT atau Pemprov NTT untuk mengusulkan tambahan kapal pengangkut ternak.
Saat ini sudah ada enam kapal yang melayani pengangkutan ternak dari NTT. Dari enam kapal itu satu diantaranya telah dipindahkan ke Maluku untuk melayani wilayah timur dan NTT menggunakan lima kapal.
Capt. Hasan Sadili selaku kepala Subdirektorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut Dirjen Perhubungan Laut, Kemenhub RI menyebut ketika beberapa tahun lalu bertugas di Labuan Bajo, potensi ternak di wilayah Flores cukup banyak.
Hasan Sadili berkata, data yang diperoleh menerangkan bahwa selain Kupang dan Waingapu, potensi ternak juga ada pulau Flores. Dari pengalaman itu terlihat pengangkutan bisa satu sampai dua kali.
Baca juga: Jamin Kualitas Ternak Sapi Jelang Idul Adha, Pengusaha di Kupang Siap Penuhi Permintaan Konsumen
"Dengan rata-rata satu kali pemuatan itu 100-200 ekor. Jadi kalau tambahkan dalam satu bulan itu bisa 400 ekor (ternak)," ujarnya di pelabuhan Tenau Kupang saat melepas ratusan ternak dari NTT ke Pulau Jawa, Selasa 20 Juni 2023.
"Tinggal nanti dari dinas Peternakan dari Kabupaten Manggarai Barat, atau Manggarai Timur memang menyampaikan ke Kementerian Pertanian dan Kementerian Perhubungan untuk dibutuhkan kapal pengangkut ternak," tambah Hasan Sadili.
Kapal tambahan itu diharapkan bisa menjangkau daerah yang menjadi basis pemasaran di pulau Flores. Menurut Hasan Sadili, transportasi laut memegang peranan yang sangat penting dan strategis dalam menunjang pembangunan nasional, khususnya untuk wilayah Timur Indonesia yang sangat membutuhkan transportasi
laut penumpang, barang dan ternak.
Baca juga: Penuhi Kebutuhan Idul Adha, 550 Ternak Sapi dari NTT Dikirim ke Pulau Jawa
Pemerintah, kata dia, terus berupaya melakukan pembangunan sarana dan prasarana transportasi laut agar
tercipta transportasi laut yang tertib, teratur, aman dan lancar dengan biaya yang terjangkau guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan kemudahan transportasi laut untuk distribusi penumpang, barang dan ternak.
Program tol laut ternak merupakan salah satu program pemerintah (tol laut), kerjasama antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pertanian dalam rangka mendukung kebijakan nasional swasembada daging sapi dan kerbau.
"Pengoperasian kapal khusus ternak bertujuan untuk menjamin kelangsungan pendistribusian ternak melalui angkutan laut dengan jadwal tetap dan teratur," ujarnya.
Kapal khusus ternak dibangun dengan bentuk dan desain khusus untuk sarana pengangkutan ternak dengan memperhatikan kaidah kesejahteraan hewan dan dilengkapi dengan tenaga medis, sehingga kondisi kesehatan dan kesejahteraan ternak selama pelayaran dapat terjaga.
Baca juga: Empat Kelompok Ternak di Sabu Raijua Terima 2000 Ekor Ayam KUB
Hasan Sadili menjelaskan, program Tol Laut ternak telah dilaksanakan sejak tahun 2015 dimana pada tiap tahunnya terus mencatatkan peningkatan dari sisi jumlah trayek yang dilayani maupun jumlah muatan yang diangkut.
Pada tahun 2022 kemarin Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menyelenggarakan sebanyak 6 trayek kapal khusus ternak dan total muatan yang diangkut sebanyak 42.398 ekor ternak.
Pada tahun 2023 ini kapal khusus ternak melayani 9 pelabuhan muat dan 5 pelabuhan bongkar serta realisasi muatan yang telah diangkut Kapal khusus ternak minggu kedua Bulan
Juni 2023 mencapai 15.955 ekor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Capt-Hasan-Sadili-kepala-Subdirektorat-Lalu-Lintas-dan-Angkutan-Laut-Dirjen-Perhubungan-Laut.jpg)