Berita NTT
Inovasi Masa Kepemimpinan Victory-Joss Terendah
Bakal calon Gubernur NTT, Fransiskus Xaverius Lara Aba atau Frans Aba, menyebut inovasi dari kedua pemimpin di Provinsi NTT belum terasa
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kepemimpinan di bawah kepemimpinan Victory-Joss dinilai punya inovasi dan kreativitas terendah.
Bakal calon Gubernur NTT, Fransiskus Xaverius Lara Aba atau Frans Aba, Minggu 18 Juni 2023 menyebut, inovasi dari kedua pemimpin di Provinsi NTT belum terasa.
Frans Aba menyebut, penilaian tersebut dilihat dari pertumbuhan ekonomi dari awal menjabat hingga saat ini. Frans Aba lalu menghubungkan dengan era kepemimpinan gubernur sebelumnya.
"Aspek kepemimpinan pak Viktor dan pak Nae Soi itu tidak begitu inovasi atau kreatif," kata Frans Aba, Minggu malam di Hotel Aston Kupang.
Baca juga: Frans Aba Deklarasi Diri Cagub NTT
Dari kepemimpinan gubernur sebelumnya, rata-rata pertumbuhan ekonomi di atas 4-5 persen. Dari situ, ketika era Victory-Joss, pertumbuhan ekonomi dibawah 4 persen atau berkisar di 1-2 persen.
Kendati dalam kepemimpinan saat ini juga diterpa pandemi Covid-19, namun beberapa daerah seperti Bali justru punya pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus atau diatas 6 persen. Padahal, potensi yang ada juga sama dengan di NTT.
Oleh karena itu, Frans Aba mengatakan, perlu ada evaluasi dan penilaian agar tindakan ke depan lebih aktif dalam pergerakan inovasi, yang mendorong pada gerakan kuantitatif masyarakat.
Baginya pemimpin juga menghasilkan sisi manajemen yang bermuara pada kebijakan publik yang baik. Pada tataran ini masyarakat akan menilai tentang aspek kualitas itu sendiri.
Baca juga: Frans Aba Deklarasi Siap Jadi Gubernur NTT 2024-2029, Bangun NTT dengan Hati
Frans Aba menerangkan keunggulan komparatif ada di sektor pertanian sebanyak 29 persen. Artinya berbicara percepatan pembangunan maka fokus adalah sektor pertanian secara industrialisasi atau bukan tradisional.
"Yang harus kita tingkatkan adalah industri pengolahan sehingga sektor ini bisa dinaikkan," kata dia.
Konsep industrialisasi, potensi yang ada di NTT didorong dalam kerangka percepatan pembangunan. Dengan sendirinya ekonomi masyarakat juga akan ikut merangkak naik. Perubahan ini disebut sebagai modernisasi.
Hal yang penting lainnya adalah membagi peta potensi dari tiap daerah. Pemetaan itu bermaksud agar fokus percepatan pembangunan bisa lebih tepat.
"Maka saya melihat lebih kepada tranformasi teknologi, apakah produksi, distribusi termaksud juga koperasi," imbuhnya.
Koperasi yang dia maksud bukan kebanyakan saat ini. Menurut dia, koperasi berbasis produksi hingga distribusi seperti di negara maju lainnya harus bisa diterapkan di NTT, yang bisa dibilang punya potensi pengembangan ke arah industri. (Fan)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/frans-aba-siap-jadi-gubernur-ntt-periode-2024-2029.jpg)