FKKH Undana Edukasi mengenai Rabies di SDK Santo Yoseph II

FKKH Undana melalui salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakatnya (PkM) menyelenggarakan edukasi mengenai rabies

|
Editor: Sipri Seko
POS KUPANG/HO
FKKH Undana saat edukasi di SDK St Joseph Kupang 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Seiring dengan semakin maraknya laporan kasus rabies pada manusia akibat gigitan anjing rabies dibeberapa kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur maka untuk mendukung program pemerintah dalam pencegahan, kontrol dan pemberantasan rabies khususnya dalam Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) maka Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana melalui salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakatnya (PkM) menyelenggarakan edukasi mengenai rabies di SD Katolik Santo Yoseph II, Naikoten II, Kota Kupang.

Menurut ketua panitia kegiatan PkM. Drh. Maria Aega Gelolodo, M.Si, kegiatan yang mengambil tema “Implementasi One Health dalam Usaha Pencegahan Penyakit Zoonosis melalui Program “Aku dan Lingkunganku’’ ini bertujuan meningkatkan kesadaran (awareness) masyarakat khususnya siswa SD akan ancaman penyakit zoonosis seperti rabies melalui implementasi One Health. One Health. Menurutnya, ini adalah upaya kolaborasi dari berbagai disiplin ilmu untuk bekerja secara lokal, nasional dan global dalam mencapai kesehatan yang optimal bagi manusia, hewan dan lingkungan.

FKKH Undana saat edukasi di SDK St Joseph Kupang
FKKH Undana saat edukasi di SDK St Joseph Kupang (POS KUPANG/HO)

Kegiatan promosi kesehatan untuk mencegah penyakit zoonosis dengan pendekataan One Health yang berbasis School-Based Health Education merupakan salah satu bentuk pendekatan untuk mengedukasi dan memberikan penyadaran (awareness) kepada masyarakat khususnya sejak dini pada anak usia sekolah. Sehingga, ujarnya, mereka dapat tumbuh menjadi agen perubahan dan bagian dari masyarakat yang peka akan risiko penyakit zoonosis zoonosis dari lingkungan sekitar mereka.

Kegiatan penyuluhan dan edukasi ini dilaksanakan pada Jumat, 16 Juni 2023 dan diikuti oleh guru-guru dan siswa-siswi kelas V (lima) SDK Santo Yoseph II. Pada kegiatan ini para siswa mendapat edukasi berupa video sosialisasi, penjelasan dan diskusi dengan staf pendidik dari FKKH Undana mengenai penyakit rabies mulai dari hewan penular, jalur penularan dan cara pencegahan dan pemberantasan penyakit ini.

Menurut data World Health Organisation (WHO) dan World Organisation of Animal Health (WOAH) sampai saat ini 99 persen kasus rabies paling banyak menular ke manusia melalui gigitan anjing yang terinfeksi rabies dan 40  persen dari kasus rabies pada manusia dilaporkan terjadi pada anak-anak terutama anak-anak pada usia 5-14 tahun. Rabies adalah penyakit yang fatal dan mematikan bagi manusia dan hewan terutama setelah gejala saraf terlihat, akan tetapi penularan penyakit rabies ini dapat dicegah dengan vaksinasi rabies pada anjing yang merupakan salah satu hewan penular rabies.

Dengan pengenalan dan edukasi yang tepat mengenai penyakit zoonosis seperti rabies dan resiko panularan penyakit dari lingkungan maka diharapkan dapat tumbuh kesadaran (awareness) dari siswa SD sejak dini akan perilaku-perilaku atau kebiasan hidup bersih dan beresiko terhadap penularan penyakit zoonosis. Selanjutnya dengan penerapan konsep One Health juga maka siswa juga akan terpapar mengenai pola pikir holistik dan kolaboratif lintas sektoral dan lintas disiplin ilmu.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved