Berita Alor

Kecamatan Pantar Barat Alor Pamerkan Tenun Berusia 100 Tahun

cukup normal untuk mengapresiasi kelompok tenun, yang telah susah payah menenun dan mengolah bahan pewarna alami.

Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ROSALI ANDRELA
TENUN - Ahmad Beri berpose bersama tenun yang diklaim berusia 100 tahun di stand Kecamatan Pantar Barat di Festival Visit Alor 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Else Nago

POS-KUPANG.COM, KALABAHI - Kecamatan Pantar Barat memamerkan tenun yang diklaim berusia 100 tahun di festival Visit Alor 2023 yang berlangsung sejak tanggal 13-17 Juni 2023. 

Kepada POS-KUPANG Ahmad Beri selaku penanggungjawab stand Kecamatan Pantar Barat, sekaligus staf Kecamatan menyampaikan bahwa tenunan berusia 100 tahun tersebut dijual seharga Rp. 50 juta.

"Ini adalah tenun asli Kecamatan Pantar Barat. Tenun ini telah berusia 100 tahun yang dibuat menggunakan 100 persen bahan alami," ujarnya.

Menurut Ahmad kain tenun yang diklaim berusia 100 tahun tersebut dikenal dengan nama La'are. Dirinya menuturkan bahwa, baik benang maupun pewarna dibuat dengan bahan alami.

Baca juga: Lapas Kalabahi Alor Maksimalkan Program Asimilasi Lewat Sidang TPP

"Pewarna yang kami gunakan bukan pewarna tekstil, melainkan memanfaatkan akar, daun, dan kombinasi hasil alam lainnya sehingga meskipun berusia 100 tahun tenun ini tetap awet dan terawat," katanya.

Selain memamerkan tenun berusia 100 tahun, Kecamatan Pantar Barat juga memamerkan tenun lain yang dibanderol dengan harga rata-rata Rp. 3,5 juta per lembar.

Harga tersebut dinilai cukup normal untuk mengapresiasi kelompok tenun, yang telah susah payah menenun dan mengolah bahan pewarna alami.

Ahmad berharap dengan adanya pameran tenun berusia 100 tahun ini diharapkan membuka mata masyarakat Alor, akan potensi wisata tenun.

"Kami berharap generasi muda dapat termotivasi untuk belajar menenun, dan juga melestarikan tenun dengan menggunakan pewarna dan bahan alami," pungkasnya. 

Sementara itu, Elfrida seorang pengunjung yang melihat tenun tersebut mengapresiasi kreativitas penenun. 

Baca juga: Dinas Pariwisata Lakukan Gladi Bersih Jelang Even Visit Alor 2023

"Pemerintah dan masyarakat Alor patut memberikan apresiasi sekaligus memberitakan bahwa di era modern, masih ada penenun yang mengolah pewarna dari bahan alami. Kita tahu bahwa pewarna alami memiliki keterbatasan warna, tetapi dengan kreativitasnya penenun bisa menciptakan kombinasi warna yang baik," ujar Elfrida.

Kecamatan Pantar Barat juga menjual hasil olahan sorgum, beras merah, beras hitam, ikan kering, olahan rumput laut, olahan jagung dan kacang-kacangan. Masing-masing olahan dijual dengan kisaran harga Rp. 15.000 per kilo. (cr19).

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved