Pilpres 2024

Partai Islam akan Sulit Menangkan Pemilu Legislatif dan Pilpres 2024, Begini Kata Anis Matta

Partai-partai Islam akan sulit memenangkan kontestasi pemilihan umum tahun 2024 mendatang. Partai-partai ini akan sulit tampil sebagai pemenang.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
JADI PERHATIAN - Anis Matta, Ketua Umum Partai Gelora mengingatkan partai-partai Islam agar tidak menarasikan hal yang mewakili kepentingan kelompok tertentu, tetapi kepentingan seluruh rakyat Indonesia. 

POS-KUPANG.COM - Partai-partai Islam akan sulit memenangkan kontestasi pemilihan umum tahun 2024 ini. Baik pemilu legislatif maupun Pilpres 2024, partai Islam akan susah tampil sebagai pemenang.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Gelora ( Gelombang Rakyat ) Indonesia, Anis Matta, dalam keterangannya pada Selasa 6 Juni 2023.

Dikatakannya, narasi yang ditawarkan partai Islam itu cenderung diperuntukkan bagi kelompoknya semata. Narasi yang disajikan bukan untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia.

"Pada dasarnya partai-partai Islam selalu berorientasi mewakili kelompoknya sendiri dan tidak mewakili populasi. Partai yang basisnya tradisional, berusaha mewakili Islam tradisional. begitu juga dari kelompok modernis, berusaha mewakili Islam modernis," kata Anis Matta.

Dengan demikian, ungkap Anis Matta, porsi dukungan masyarakat terhadap partai Islam tidak sebesar dukungan masyarakat kepada partai nasionalis.

"Ini masalah fundamental yang seharusnya menjadi perhatian serius untuk mengubah orientasi narasi mewakili kelompoknya, menjadi narasi mewakili populasi atau seluruh rakyat Indonesia," katanya.

Seharusnya, lanjut dia, konsep ajaran Islam yang digunakan adalah untuk menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat, seperti keadilan distribusi ekonomi dan menghadapi pelbagai ketimpangan ekonomi yang terjadi selama ini.

Bukan sebaliknya, kata Anis Matta, digunakan semata-mata hanya untuk membela kelompoknya saja dan memusuhi kelompok yang lain.

"Tetapi ada upaya untuk memisahkan agama dan negara dengan dibuat sedemikian rupa seolah sebagai sumber konflik, oleh mereka yang membawa kekuatan agama sebagai ideologinya," ujar Anis Matta.

Anis Matta lalu menegaskan, bahwa Indonesia berdasarkan Pancasila, bukan negara sekuler. Malahan dengan Pancasila, Indonesia justru dikenal sebagai negara religius, karena mengakui adanya Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Inilah yang kita sayangkan kenapa partai Islam itu, tidak mencoba menggali ajaran agama Islam ini sebagai satu sumber inspirasi,” katanya.

Baca juga: Mahfud MD Tolak Tawaran Jadi Pendamping Anies Baswedan: Kalau Saya Bergabung Ya Bakal Rusak

“Selain itu, partai Islam juga selalu membawa perbedaan friksi mengenai tata cara beragama, antara yang tradisional dan modernis, di bawah ke politik," tandas Anis Matta. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved