Berita Manggarai Barat
BPS Rekrut 293 Petugas Lapangan untuk Sensus Pertanian 2023 di Manggarai Barat
Ade Sandi Parwoto menjelaskan sejumlah tahapan kegiatan persiapan ST2023 meliputi, yang pertama, sosialisasi dan rapat koordinasi tingkat kabupaten.
Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Eflin Rote
"Sehingga pada saat proses penjaringan di rumah tangga akan mendapatkan Rumah Tangga Tani, kegiatan usaha pertanian yang dilakukan akan terjaring, kegiatan usaha pertanian perorangan dan karakteristik usaha pertaniannya bisa didapatkan melalui proses wawancara dengan masyarakat sebagai objek penelitian," ungkapnya.
Dengan demikian menurut Sandi, informasi yang dihasilkan dari pendataan sensus pertanian bisa diketahui jumlah rumah tangga Tani, skala usaha pertanian, subsektor pertanian yang diusahakan, komoditas serta nilai volume produksi dan karakteristik usaha pertanian lainnya.
"Secara komplit data bisa digali atau probbing oleh petugas, asal masyarakat jujur memberikan informasi terkait usaha pertanian yang dilakukan," jelasnya.
Pentingnya Data Pertanian
Ade Sandi mengatakan, dalam pencanangan sensus pertanian tahun 2023 di Istana Negara pada tanggal 15 Mei tahun 2023, Presiden Joko Widodo telah menyampaikan bahwa pentingnya data pertanian dalam proses pengambil keputusan.
"Data pertanian yang tidak akurat akan berdampak pada kebijakan yang tidak tepat sasaran," tegasnya.
Dikatakan Sandi, terkait kebijakan pertanian di masyarakat sebagai contoh kebutuhan subsidi pupuk yang diperlukan dengan mengetahui luas baku, luas tanam yang benar sehingga kebijakan subsidi pupuk yang diterapkan tidak salah sasaran.
Baca juga: Pemkab Manggarai Barat Setop Pungut Retribusi TN Komodo, DPRD: Tidak Semestinya Harus Dirampas
Sehingga produksi yang dihasilkan bisa meningkat sesuai dengan harapan dan kebutuhan pasar. Untuk itu, kata dia, pentingnya data pertanian yang akurat dan terupdate sehingga ST2023 adalah solusi terbaik untuk penyediaan data pertanian yang dibutuhkan.
"Oleh sebab itu diminta semua kementrian lembaga, dinas dan masyarakat bahwa sensus pertanian adalah bukan tanggung jawab BPS saja tetapi milik dan tanggung jawab bersama untuk menyediakan data statistik pertanian yang valid dan terupdate, untuk bangsa Indonesia dan kedaulatan pangan," jelas Sandi.
Ia berharap petugas yang sudah dilatih dan direkrut dengan berbagai tahapan memiliki semangat dan etos kerja yang tinggi sehingga menghasilkan data pertanian sesuai yang diinginkan.
"Kami berharap masyarakat Manggarai Barat menerima dan jujur menjawab pertanyaan dari petugas sensus pertanian tahun 2023 sehingga data yang dihasilkan mencerminkan potret pertanian Manggarai Barat," harapnya. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.