Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Rabu 7 Juni 2023, Di Surga Tidak Ada Kawin dan Dikawinkan
Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Di Surga Tidak Ada Kawin dan Dikawinkan.
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh RP. John Lewar SVD dengan judul Di Surga Tidak Ada Kawin dan Dikawinkan.
RP. John Lewar menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk bacaan pertama dari Tobit 3: 1-11a.13.16-17, dan bacaan Injil Markus 12: 18-27.
Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Rabu 7 Juni 2023 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Kali ini Yesus mendapat pertanyaan yang konyol dari beberapa orang Saduki yang tidak percaya akan kebangkitan.
Kepada Yesus mereka mengajukan sebuah kisah tentang seorang perempuan yang karena kasus kematian suami, dikawini bergantian oleh tujuh kakak beradik. Semuanya mati tanpa meninggalkan keturunan.
Lantas bagaimana posisi atau nasib mereka pada hari kebangkitan? Siapa yang pantas menjadi suami bersanding dengan perempuan itu di pelaminan Surgawi?
Orang-orang Yahudi rupanya juga berpandangan bahwa ikatan-ikatan soasial yang terbangun di dunia ini masih akan terus berlanjut pada kehidupan setelah kematian.
Orang-orang Saduki yang tidak percaya akan kebangkitan pun menggunakan konsep itu dalam pembicaraan dengan Yesus.
Yesus menjawab mereka dengan memberi pemahaman perihal kebangkitan. Yesus menjelaskan apa yang akan terjadi dalam kehidupan setelah kematian tidaklah sama dengan kehidupan sekarang ini.
Bahwa melalui kebangkitan orang mengalami hidup baru bersama Allah. Manusia ada bersama Allah dalam sebuah realitas rohani Surgawi.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 7 Juni 2023, Iman Menuntun Kita kepada Kebijaksanaan
Dalam kehidupan itu, Allah menjadi pusat kehidupan, di mana orang hanya memandang dan bertemu muka dengan Allah keabadian.
Keterpesonaan pada Yang Ilahi ini menghadirkan sebuah realitas hidup baru yang bersifat Ilahi.
Ketika jiwa hanya berpusat pada Allah, orang tidak lagi dipengaruhi dan memikirkan realitas manusia-duniawi, termasuk persoalan kawin-mawin.
“Orang yang bangkit dari antara orang mati tidak kawin dan tidak dikawinkan, melainkan hidup seperti
Malaikat di Sorga.”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pater-John-Lewar-SVD_03.jpg)