Kuliner NTT

Kuliner NTT, Minum Kopi Timor di KRI Multatuli, Wartawan Kompas Kena Tembak 4 Jurnalis Masuk Dili

kuliner ntt yang berbahagia beta minum kopi arabica Timor di KRI Multatuli menuju RDTL Republic Democratic Timor Leste

|
Penulis: Ferry Ndoen | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/FERRY NDOEN
KOPI ARABICA TIMOR - Kopi arabica Timor vs pisang goreng timor Sabtu 27 Mei 2023 

Serta 2 orang wartawan TVRI- Kupang, satunya adalah pendampingi yang juga pegang kamera staf Humas Setda NTT, Nyong Oetemoesoe.

Yang beta ingat, kitong lima sampai di Dermaga Pelabuhan Tenau Kupang sekitar jam 4 sore

Lalu didaulat  dan dipandu oleh kelasi KRi Multatuli masuk  ruang kapal/ruang tidur VIP.

Kitong pung ditempatkan di kamar yang sangat ekslusif untuk tamu kapal.

Kamar itu seperti berada di sebuah kamar hotel dan sanagat luxury/mewah.

Lalu, kitong bersih bersih diri dan diberitahukan nanti jam 19.00 Wita ada jamuan makan oleh Komandan Kapal KRI Mutatul bersama Komandan Operasi GESER, Kolonel Laut (P) Surharso.

Lalu, kitong mandi dan bersih bersih diri. Saat kelasi KRI Multatatuli saat mau tinggal ruangan kamar, dia berpesan jika kira wartawan membutuhkan apa saja, bisa  atau segera tekan tombol yang ada dalam ruangan dan nanti segera dilayani oleh kelasi KRI Multatuli.

Beta ingat, beta bersama Bung Adhie Malehere (alm) dan Bung Peter Rumlaklak (alm), kami saat itu masih sempat berdikusi banyak tentang perjalanan  ke depan yang nanti penuh dengan bahaya.

Pasalnya, kitong ini bukan wartawan perang tapi kitong masuk dan melakukan reportase ke wilayah/daerah perang.

Hati ini juga sempat galau, karena beta ju ingat beta pung anak Oliver Kevin Ndoen, ST, saat itu masih kecil usia 3 tahun,

serta Stephanie Larasathi Ndoen, S.Ak yang saat itu masih berusia empat bulan di rumah, saat  itu tanggal 6 September 1999 .

Waktu, detik demi detik bergerak terasa begitu cepat. detak bunyi jam di dinding kapal membuat perasaan beta menjadi galau.

Apalagi, di  televisi diberitakan ada reporter Kompas yang tertembak di kaki  di Kota Dili saat ingin bergerak pulang/ masuk ke Kupang.

Hati galau jika ingat anak yang masih kecil, lalu harus masuk ke daerah perang yang penuh risiko.

Pasalnya di Kota Dili semua pada saling curiga, dan tidak tahu mana kawan dan mana lawan.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved