Kuliner NTT
Kuliner NTT, Minum Kopi Timor di KRI Multatuli, Wartawan Kompas Kena Tembak 4 Jurnalis Masuk Dili
kuliner ntt yang berbahagia beta minum kopi arabica Timor di KRI Multatuli menuju RDTL Republic Democratic Timor Leste
Penulis: Ferry Ndoen | Editor: Ferry Ndoen
Serta 2 orang wartawan TVRI- Kupang, satunya adalah pendampingi yang juga pegang kamera staf Humas Setda NTT, Nyong Oetemoesoe.
Yang beta ingat, kitong lima sampai di Dermaga Pelabuhan Tenau Kupang sekitar jam 4 sore
Lalu didaulat dan dipandu oleh kelasi KRi Multatuli masuk ruang kapal/ruang tidur VIP.
Kitong pung ditempatkan di kamar yang sangat ekslusif untuk tamu kapal.
Kamar itu seperti berada di sebuah kamar hotel dan sanagat luxury/mewah.
Lalu, kitong bersih bersih diri dan diberitahukan nanti jam 19.00 Wita ada jamuan makan oleh Komandan Kapal KRI Mutatul bersama Komandan Operasi GESER, Kolonel Laut (P) Surharso.
Lalu, kitong mandi dan bersih bersih diri. Saat kelasi KRI Multatatuli saat mau tinggal ruangan kamar, dia berpesan jika kira wartawan membutuhkan apa saja, bisa atau segera tekan tombol yang ada dalam ruangan dan nanti segera dilayani oleh kelasi KRI Multatuli.
Beta ingat, beta bersama Bung Adhie Malehere (alm) dan Bung Peter Rumlaklak (alm), kami saat itu masih sempat berdikusi banyak tentang perjalanan ke depan yang nanti penuh dengan bahaya.
Pasalnya, kitong ini bukan wartawan perang tapi kitong masuk dan melakukan reportase ke wilayah/daerah perang.
Hati ini juga sempat galau, karena beta ju ingat beta pung anak Oliver Kevin Ndoen, ST, saat itu masih kecil usia 3 tahun,
serta Stephanie Larasathi Ndoen, S.Ak yang saat itu masih berusia empat bulan di rumah, saat itu tanggal 6 September 1999 .
Waktu, detik demi detik bergerak terasa begitu cepat. detak bunyi jam di dinding kapal membuat perasaan beta menjadi galau.
Apalagi, di televisi diberitakan ada reporter Kompas yang tertembak di kaki di Kota Dili saat ingin bergerak pulang/ masuk ke Kupang.
Hati galau jika ingat anak yang masih kecil, lalu harus masuk ke daerah perang yang penuh risiko.
Pasalnya di Kota Dili semua pada saling curiga, dan tidak tahu mana kawan dan mana lawan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.