Kuliner NTT

Kuliner NTT, Minum Kopi Timor di KRI Multatuli, Wartawan Kompas Kena Tembak 4 Jurnalis Masuk Dili

kuliner ntt yang berbahagia beta minum kopi arabica Timor di KRI Multatuli menuju RDTL Republic Democratic Timor Leste

|
Penulis: Ferry Ndoen | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/FERRY NDOEN
KOPI ARABICA TIMOR - Kopi arabica Timor vs pisang goreng timor Sabtu 27 Mei 2023 

Dan yang beta ingat saat itu, operasi yang dilaksanakan KRi Multatuli selaku Kapal Induk yang mewakili Kapal Perang Terbesar yang  diperintah Panglima TNI Cq Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) adalah melakukan operasi penyelamatan/operasi kemanusian ke Dili untuk menyelamatkan warga Indonesia yang terjebak

Atau warga Indonesia yang ingin bergerak/ingin pulang ke Indonesia, dan segera lakukan evakuasi ribuan warga RI.

Beta segera ke Humas Setda NTT di Kantor Gubernur NTT untuk menyelesaikan adminsitrasi dan registrasi wartawan/jurnalis yang namanya terdaftar dan ingin melakukan perjalanan reportase ke Kota Dili RTDTL.

Beta ingat waktu itu Karo Humas Setda NTT, yakni Drs. Nani Kosapilawan (alm).

Betapun mendaftarkan nama ke Humas Setda NTT bersama empat wartawan lainnya,

Kitong diberi sangu biaya perjalanan oleh Humas Setda NTT waktu itu uang jalan per orang sekitar Rp 450 Ribu.

Nilai ini jika dipikirkan memang sonde sebanding dengan tarurahan nyawa yang mesti kitong pertaruhkan.

Karena perintahnya harus membuat reportase perjalanan di daerah yang sedang chaos, daerah perang yakni ke Kota Dili.

Saat tanda tangan surat jalan dan terima uang  biaya perjalanan, hati ini ju sangat bergolak dan bergejolak, karena kitong diperintahkan harus masuk ke daerah perang.

Atau masuk ke daerah zona merah yang sedang terjadi peperangan hebat dalam wilayah kota Dili -RDTL yang mana kota ini boleh dikatakan tanpa tuan.

Dan saat itu, juga ada pemberitaan di media TV bahwa ada wartawan Kompas yang tertembak di Dili saat bergeser ingin balik ke Kupang via perbatasan.

Sementara lima orang wartawan malah ditugaskan untuk masuk ke daerah perang yang mana saat itu Kota Dili sama sekali tidak ada pemerintahannya. Atau belum ada yang memerintah dan mengatur.

Sekitar jam 3 sore, beta bergerak dan diantar dengan mobil dari Korem 161 menuju ke Dermaga Pelabuhan Tenau- Kupang.

Yang beta ingat kitong yang berangkat ke Kota Dili pakai Kapal Markas KRI Multatuli, yakni Ferry Ndoen, S.Sos, Peter Rumlaklak (almarhum)/ (Reporter RRI Regional 1 Kupang).

Adhie Malehere/almahum (Wartawan Suara Pembaharuan yang sebelumnya adalah wartawan Harian Sinar Harapan) wartawan media nasional yang ditempatkan/domisili di Kupang-NTT.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved