Berita Belu

Anggota TNI Pos Satgaster Lakus Belu Bentuk Sanggar Belajar Bagi Anak-anak di Perbatasan RI-RDTL

kegiatan belajar mengajar ini mendapat dukungan baik dari masyarakat sekitar terlebih khusus dari anak-anak sendiri

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
ANGGOTA - Anggota TNI Pos Satgaster Lakus saat mendampingi anak-anak dalam proses belajar di Pos Lakus, dusun Lakus, Desa Kewar, Kecamatam Lamaknen, Kabupaten Belu.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Anggota TNI Kodim 1605/Belu, Koramil 1605-03/Weluli, Pos Satgaster Lakus,  Kapten (Inf) Jemri Mamengko bersama Sertu Maksi Koli Berek dan Serda Yan Leto mendirikan sanggar belajar bagi anak-anak.

Pos Satgaster Lakus yang berada di dusun Lakus, Desa Kewar, Kecamatam Lamaknen, Kabupaten Belu ini dijadikan tempat belajar bagi anak-anak diluar jam sekolah. 

Kegiatan belajar mengajar tersebut dilakukan satu kali dalam seminggu, yakni setiap hari Jumat untuk anak-anak PAUD/TK, SD hingga SMP. 

Sertu Maksi Koli Berek, kepada POS-KUPANG.COM, di lokasi tersebut menyampaikan bahwa tujuan dibentuknya sanggar tersebut guna membantu Pemerintah Daerah mengatasi masalah pendidikan di wilayah perbatasan pasca pandemi Covid 19.

Baca juga: Polres Belu Gelar Bazar UMKM di Pasar Senggol Atambua

Sertu Maksi menceritakan bahwa saat bertugas di Pos Satgaster Lakus tersebut dirinya melihat banyak anak-anak diluar jam sekolah mereka hanya bermain-main saja. 

Atas dasar itu, kata dia, dirinya merasa prihatin sehingga mengajak anak-anak untuk belajar dan pada akhirnya kita membentuk kelompok sanggar belajar. 

"Kita bersyukur kegiatan belajar mengajar ini mendapat dukungan baik dari masyarakat sekitar terlebih khusus dari anak-anak sendiri," ujarnya. Senin, 29 Mei 2023.

Ia menambahkan sanggar belajar tersebut didirikan baru satu bulan dengan beberapa kegiatan yang diselenggarakan yakni belajar kewarganegaraan, matematika dasar, menyanyi lagu kebangsaan maupun kerohanian dan juga melatih mereka untuk menulis dan membaca. 

Selain beberapa kegiatan tersebut, kata dia, anak-anak juga dilatih untuk dapat berbicara di depan umum (public speaking) dan untuk memotivasi para siswa, selalu diapresiasi dalam bentuk hadiah ketika mereka mendapat nilai yang bagus setiap tugas yang diberikan. 

Baca juga: Menteri PPPA dan Komnas HAM Berikan Santunan Bagi Keluarga Jenazah PMI Asal Belu

Ia juga mengatakan bahwa jumlah siswa yang mengikuti kegiatan di Sanggar Belajar tersebut hampir 80 orang. 

Karena itu, ia berharap agar sanggar belajar tersebut dapat membantu pemerintah dalam upaya mencerdaskan anak-anak bangsa di Wilayah Perbatasan RI-RDTL

Agnes Habu, salah satu orang tua mengaku senang dan berterimakasih, karena dengan dibentuknya sanggar belajar dapat membantu anak-anak dalam mencerdaskan bangsa. 

"Kita sebagai orang tua merasa senang, bersyukur dan berterima kasih. Dengan dibentuknya sanggar belajar ini anak-anak bisa belajar lagi diluar jam sekolah. Kita sebagai orang tidak merasa keberatan, malah kita sangat semangat menghantar anak-anak kesini," ujarnya. 

Ia berharap agar kegiatan di sanggar belajar tersebut dapat dilakukan terus kedepan. (Cr23) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved