Jumat, 15 Mei 2026

Berita Lembata

Rawat Toleransi, Umat Islam dan Katolik di Amakaka Lembata Arak Patung Bunda Maria

Ketua Basis Benteng Daud Marcelinus Maslen Langoday menyebut dalam acara Sabtu malam itu, ada juga penerimaan patung dengan sambutan secara tutur adat

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
TERIMA - Tampak umat Islam dari Desa Amakaka Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata saat menerima Patung Bunda Maria ketika malam perayaan Bulan Maria, Sabtu 27 Mei 2023. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Untuk merawat toleransi antar sesama, umat Islam dan Katolik di Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata sama-sama mengarak Patung Bunda Maria

Perarakan patung itu dikemas dalam agenda Bulan Maria. Seperti yang berlangsung, Sabtu 27 Mei 2023 malam, perarakan patung Bunda Maria dari Basis Bunda Pengantara ke Basis Benteng Daud. 

Patung Bunda Maria yang diarak oleh warga dari Basis Bunda Pengantara lalu diterima oleh masyarakat di Basis Benteng Daud. Menariknya, warga yang menerima patung Bunda Maria adalah umat Islam di desa tersebut. 

Baca juga: Pemangku Adat Desa Amakaka Tolak Gelar Ritual Adat Jelang Eksplorasi Budaya Lembata 2022

Setelah menerima patung Bunda Maria, umat Islam membawa dan meletakkan di Piramida. Keterlibatan dua kelompok umat beragama ini, disebut-sebut sebagai upaya memperkuat kebhinekaan masyarakat setempat. 

Dalam prosesi perarakan itu, nyanyian maupun doa-doa syukur. Masyarakat setempat mengikuti tiap agenda acara dengan khidmat, sekalipun wilayah itu terus dilanda bencana dari erupsi hingga banjir bandang. 

Ketua Basis Benteng Daud Marcelinus Maslen Langoday menyebut dalam acara Sabtu malam itu, ada juga penerimaan patung dengan sambutan secara tutur adat. 

Dia berkata, umat dari basis Bunda Pengantara membawa patung Bunda Maria, yang dipimpin oleh ketua Basis Bunda Pengantara Siprianus Gole. Saat tiba di tempat penerimaan, umat Islam diberi kepercayaan untuk menerima patung suci ini. 

Baca juga: Pemeritah Kabupaten Lembata Wacanakan Relokasi Warga di Kawasan Rawan Bencana Ile Ape

Maslen Langoday menyebut sikap itu sengaja dibuat sebagai wujud toleransi. Apalagi menurut dia, selama ini kehidupan masyarakat antar umat beragama di desa Amakaka sudah terjalin erat. 

"Kita sengaja buat ini. Toleransi yang selama ini sudah terbangun, harus kita jaga terus menerus. Dengan kegiatan begini, kita libatkan semua umat beragama," kata dia. 

Maslen Langoday menyebut saat penerimaan patung Bunda Maria, umat Islam diberi kesempatan untuk menerima. Setelah menerima lalu diletakan dengan baik di Piramida sebagai tahta. 

Selain memperkuat sisi kebhinekaan, acara malam itu juga tidak terlepas dari nuansa budaya. Umat yang hadir diwajibkan mengenakan busana tenunan khas Lamaholot dengan kombinasi baju putih. 

Maslen Langoday menyampaikan ucapan terima kasih kepada umat Islam maupun umat Katolik yang sudah menyiapkan hingga menyukseskan acara keagamaan itu. Dia berharap agar kedekatan kedua umat beragama itu tidak hanya saat acara ini. 

 

"Masih ada waktu dan acara selanjutnya yang membutuhkan kita semua. Apalagi idul Adha kali ini akan terjadi di desa Amakaka. Mari kita terus jaga keberagaman ini," ujarnya. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved