Senin, 27 April 2026

Berita Nasional

Harga Telur Ayam Pecah Rekor, DPR RI: Satgas Pangan Segera Turun Cek

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia ( IKAPPI ) menilai ada dua hal yang menyebabkan harga telur ayam terus merangkak naik.

Editor: Alfons Nedabang
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
Harga telur di Pasar Tradisional Atambua, Kabupaten Belu tembus Rp 65.000 pada Selasa 16 Mei 2023. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Ketua Bidang Penguatan Usaha dan Investasi DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia ( IKAPPI ) Ahmad Choirul Furqon menilai ada dua hal yang menyebabkan harga telur ayam terus merangkak naik.

Menurutnya, pemicu harga telur ayam pecah rekor hingga Rp 40 ribu per kilogram ialah tingginya harga pakan dan proses distribusi yang tidak normal.

“Kondisi ini tentu memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap supply and demand. Tingginya permintaan telur di masyarakat ini harus segera ditindak lanjuti oleh pemerintah,” ucap Ahmad Choirul Furqon saat dihubungi Tribun Network, Senin 22 Mei 2023.

Ia mengatakan pemerintah tidak hanya harus membuat kebijakan yang sifatnya jangka panjang, namun juga kondisi yang tidak normal ini perlu diberikan tindakan yang cepat dan serius.

Di Jawa harga telur sudah di atas Rp 35 per kilogram bahkan di luar pulau jawa yang sudah mencapai Rp 40 ribu per kilogram dan bahkan ada yang lebih.

“Kami berharap kepada Kementerian Perdagangan dan Badan Pangan Nasional sigap dan dapat mengambil kebijakan yang pas. Misal bisa dengan operasi pasar, sebagai kebijakan jangka pendek atau melakukan pemetaan dan pengendalian harga pangan ternak,” urainya

Baca juga: Pasokan Minim, Harga Telur di Pasar Tradisional Atambua Tembus Rp 65.000

Ahmad menambahkan bahwa pemerintah harusnya sudah belajar dari masalah yang dulu pernah ada.

Melalui problem serupa yang sudah ada, seharusnya Kementerian perdagangan, Badan Pangan Nasional, dan instansi pemerintah lainnya sudah memiliki dan membuat peta resiko dan problem solvingnya.

“Manajemen resiko merupakan langkah jitu untuk menangani hal ini,” ucapnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Gerindra Abdul Wachid meminta Satgas Pangan segera mengecek kejadian naiknya harga telur itu.

"Perlunya Satgas Pangan segera turun tangan, cek dari hulu sampai hilir. Jangan-jangan ini permainan," ujarnya melalui pesan singkat kepada Tribun Network, Senin 22 Mei.

Dia mempertanyakan sebab kenaikan harga telur akibat tingginya biaya pakan, sehingga peternak mengurangi produksi.

"Apakah di petani, peternak, ada persoalan harga pakan atau ada persoalan di para broker? Aku cek dulu ke petani, peternak dulu," pungkasnya.

Baca juga: Harga Telur Ayam Naik di Pasar Kasih Naikoten I Kota Kupang, Capai Rp 70 Ribu per Rak

Pakan Langka

Satgas Pangan Polri turun tangan mencari tahu penyebab harga telur melambung tinggi sekaligus mencari solusi agar harga yang beredar di pasaran bisa semakin terjangkau masyarakat.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved