Berita Belu
Pasokan Minim, Harga Telur di Pasar Tradisional Atambua Tembus Rp 65.000
Harga telur di Pasar Tradisional Atambua, Kabupaten Belu mengalami kenaikan yang signifikan.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Harga telur di Pasar Tradisional Atambua, Kabupaten Belu mengalami kenaikan yang signifikan.
Tingginya harga telur ini membuat sejumlah pedagang telur mulai resah lantaran omset mereka turun.
Selain karena sepi pembeli, turunnya omzet juga disebabkan banyaknya konsumen yang mulai mengurangi pembelian telur.
Yoga, salah satu pedagang telur ayam di Pasar Tradisional Atambua mengatakan bahwa kenaikan harga telur sejak sebulan terakhir.
Baca juga: Modesta Nahak Jual Bumbu Dapur Lengkap di Pasar Atambua
"Awalnya itu, harga telur Rp 50.000 per papan (30 butir) dan kini tempus Rp 65.000. Mahalnya harga jual telur ayam ini salah satunya dipengaruhi oleh minimnya distribusi telur kepada para pedagang yang tidak sebanding dengan permintaan pasar yang tinggi," ujar Fino kepada POS-KUPANG.COM, Selasa 16 Mei 2023.
Selain itu disampaikan Fino bahwa harga telur ayam juga sudah ditentukan langsung oleh pihak distibutor telur, sehingga pedagang tetap menjual dengan harga saat ini.
"Harga ini juga sudah ditentukan oleh distributor dan untuk stok telur ayam saat ini berasal dari luar Kabupaten Belu. Sementara untuk telur ayam lokal kurang diminati warga karena dinilai masih baru sekalipun harga jualnya tetap sama," tambahnya.
Ia berharap agar harga telur segera normal lagi, biar pendapatan juga kembali stabil.
Sementara Tres, salah satu warga Kota Atambua mengaku bahwa sekalipun harga naik tetap beli karena kebutuhan.
Tres pun berharap harga telur dapat segera turun karena kenaikan seperti ini sangat membebani masyarakat. "Apa lagi hampir semua bahan pokok juga mengalami peningkatan," harapnya. (Cr23)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/telur-di-pasar-atambua.jpg)