Timor Leste

Amerika Serikat Sampaikan Selamat kepada Timor Leste yang Merayakan Ulang Tahun Kemerdekaan

Pemerintah Amerika Serikat menyampaikan selamat kepada rakyat Timor Leste yang merayakan ulang tahun ke-21 pemulihan kemerdekaan pada Sabtu 20

Editor: Agustinus Sape
AFP
Menteri Luar Negeri AS Antony John Blinken menyampaikan selamat atas hari ulang tahun ke-21 pemulihan kemerdekaan Timor Leste, Sabtu 20 Mei 2023. 

POS-KUPANG.COM, WASHINGTON DC - Pemerintah Amerika Serikat menyampaikan selamat kepada rakyat Timor Leste yang merayakan ulang tahun ke-21 pemulihan kemerdekaan nasional pada Sabtu 20 Mei 2023.

Ucapan selamat pemerintah Amerika Serikat itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony John Blinken, Jumat 19 Mei 2023.

"Atas nama Pemerintah Amerika Serikat, saya ingin mengucapkan selamat kepada rakyat Timor Leste saat Anda merayakan ulang tahun Pemulihan Kemerdekaan Anda pada tanggal 20 Mei," kata Blinken melalui siaran pers di laman state.gov.

Blinken mengatakan, dalam 21 tahun sejak Timor Leste memulihkan kemerdekaannya, Amerika Serikat dan Timor Leste telah menikmati persahabatan dan kemitraan yang kuat berdasarkan rasa saling menghormati dan komitmen bersama terhadap nilai-nilai demokrasi.

"Kami bekerja sama untuk memajukan hak asasi manusia, memperluas peluang ekonomi, mengatasi krisis iklim, dan melindungi Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," kata Blinken.

Dia pun berharap kedua negara dapat lebih memperkuat kemitraan dan memperluas kerja sama pada tahun-tahun mendatang.

"Sekali lagi, selamat dan harapan terbaik kami kepada rakyat Timor Leste saat Anda merayakan Hari Pemulihan Kemerdekaan Anda," kata Blinken.

Untuk diketahui, pada tanggal 20 Mei 2002, Konstitusi Republik Demokratis Timor Leste mulai berlaku dan Timor Leste diakui sebagai negara merdeka dan berdaulat oleh PBB.

Parlemen Nasional dibentuk dan Xanana Gusmao dilantik sebagai Presiden pertama negara tersebut.

Pada tanggal 27 September 2002, Timor Timur diganti namanya menjadi Timor Leste, menggunakan bahasa Portugis, dan diterima sebagai negara anggota oleh PBB.

Sejak tahun 1976, Timor Leste yang sebelumnya dijajah Portugis sejak abad 16, resmi menjadi provinsi ke-27 negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pada bulan Agustus 1999 terjadi referendum rakyat Timor Timur yang diizinkan Presiden B. J. Habibie, untuk menentukan apakah rakyat wilayah itu ingin berdiri sendiri atau tetap menjadi bagian dari NKRI.

Melalui pengumuman hasil referendum pada 4 September 1999 diketahui bahwa mayoritas rakyat Timor Timur menginginkan kemerdekaan dan lepas dari NKRI. 

Dengan izin dari Indonesia, pasukan penjaga perdamaian multi nasional yang dipimpin Australia ditempatkan sampai situasi pulih dan siap menjadi sebuah negara independen.

(state.gov/wikipedia.org)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved