Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 4 Mei 2023, Percaya Bahwa Akulah Dia
Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul Percaya Bahwa Akulah Dia.
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul Percaya Bahwa Akulah Dia.
Bruder Pio Hayon menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk bacaan pertama dari Kisah Para Rasul 13 : 13-25, dan bacaan Injil Yohanes 13: 16-20.
Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Kamis 4 Mei 2023 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus.
Salam damai sejahtera untuk kita semua. Kebenaran firman yang dinyatakan kepada kita hari ini menjadi juga inspirasi untuk kita.
Dalam bacaan pertama dari Kisah Para Rasul, pewarta sabda yang tangguh dalam diri para rasul itu menyusuri kota-kota dan bangsa sesuai dengan gerakan Roh yang membawa mereka untuk mewartakan firman Tuhan.
Dan Paulus adalah salah satu dari mereka yang mengajar di wilayah Anthiokia.
Paulus mulai memberitakan firman Tuhan sejak bangsa Israel di tanah Mesir sampai dengan Yohanes pembaptis yang mempersiapkan jalan bagi Yesus, Tuhan yang telah dibunuh oleh bangsa Yahudi lalu dibangkitkan oleh Allah sendiri.
Sedangkan dalam bacaan Injil, Yesus memberi wejangan kepada para rasulNya pada saat perjamuan malam terakhir dan ketika Yesus membasuh kaki para rasulNya.
Yesus mengangkat figur Hamba dan Tuan, Utusan dan Yang Mengutus. Ada sebuah relasi struktural yang tak bisa disangkal.
Namun Yesus meletakkan nilai penting bahwa “barangsiapa yang menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku. Dan barangsiapa menerima Aku (Yesus) ia menerima Dia yang mengutus Aku.”
Relasi struktural itu kadang sangat formal, tapi bagi Yesus selalu ada nilai lebih dari sebuah relasi struktural yang kadang terlalu kaku.
Intinya “percaya bahwa Akulah Dia”. Tugas kita adalah percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Selasa 2 Mei 2023, Pensil dan Penghapus
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus.
Dalam perjamuan akhir itu menyisakan paskah kesan yang mendalam dalam batas-batas “tuan hamba”, utusan dan pengutus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pio-Hayon-Bruder_05.jpg)