Kantor MUI Ditembak
Polisi Pastikan Pelaku Penembakan di Kantor MUI Tewas, Sempat Pingasan Saat Diamankan
Pihak kepolisian memastikan pelaku penambakan di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta Pusat meninggal dunia.
POS-KUPANG.COM - Pihak kepolisian memastikan pelaku penambakan di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI), Jakarta Pusat meninggal dunia.
Kepala Polda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto mengatakan, pelaku penembakan di Kantor MUI itu sempat pingsan saat diamankan setelah dia melakukan aksi penembakan itu.
"Setelah yang bersangkutan menembakkan salah satu orang di sini, kemudian pelaku keluar. Dan oleh karyawan dikejar dan diamankan," kata Irjen Pol Karyoto, Selasa.
"Pada saat proses diamankan, beberapa saat pelaku pingsan," kata karyoto.
Setelah itu, pelaku langsung di bawa ke Puskesmas Menteng, Jakarta Pusat. Namun naas, nyawa pelaku tidak tertolong.
"Saat diperiksa oleh tim dokter, yang bersangkutan meninggal dunia," ujarnya.
Sementara itu, terkait identitas pelaku, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Namun berdasarkan laporan awal, pelaku berasal dari Lampung.
Dia pun mengaku telah memerintahkan kepada anggotanya untuk berkoordinasi dengan kepolisian Lampung untuk mendalami latar belakang pelaku.
Baca juga: Identitas Pria Penembak Kantor MUI Terungkap, Terduga Pelaku Residivis
"Anggota kami akan ke Lampung untuk memastikan identitasnya dan mendalami latar belakangnya," ujar Karyoto.
Sebelumnya, informasi terkait tewasnya pelaku disampaikan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin.
Kendati demikian, dia tidak menjelaskan terkait penyebab terduga pelaku tewas. "Pelaku sudah meninggal," kata Komarudin, Selasa.
Penembakan di kantor pusat MUI, Jakarta terjadi pada Selasa siang sekitar pukul 11.30 WIB.
Wakil Ketua MUI Anwar Abbas menyebut terduga pelaku penembakan di Gedung MUI ingin bertemu dengan Ketua MUI.
"Terduga pelaku penembakan di Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) ingin bertemu dengan Ketua MUI," kata Anwar.
Dia menyatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian terkait peristiwa ini.
Baca juga: Hendak Temui Ketua, Apa Motif Penembakan OTK di Kantor MUI yang Lukai 2 Orang?
"MUI menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Yang jelas ada salah seorang karyawan terluka di punggungnya. Yang kedua kaca pintu belakang itu pecah. Ada karena peluru dan ada karena karyawan yang lari ketakutan," ujarnya.
Akibat penembakan itu, kaca menuju pintu masuk kantor MUI pecah. Kejadian itu juga membuat sebanyak dua orang yang merupakan pegawai dikantor MUI Pusat mengalami luka-luka.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa penembakan di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggegerkan publik, Selasa (2/5/2023) siang.
Seorang lelaki yang hendak menemui Ketua MUI tiba tiba mengeluarkan senjata dan menembak resepsionis saat berada di depan lift dalam kantor yang terletak di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat itu.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengatakan, penembakan di Kantor MUI oleh orang tidak dikenal ( OTK ) itu terjadi saat resepsionis kantor itu hendak mengantar pelaku menuju lantai 4 Gedung MUI.
"Sebelum dia masuk lift terjadi penembakan," kata Anwar Abbas, Selasa.
Baca juga: Kronologi Kantor MUI Ditembak, Terduga Pelaku Mengaku sebagai Nabi
Kronologi penembakan itu, jelas Anwar Abbas, bermula ketika kantor itu kedatangan OTK yang ingin bertemu Ketua MUI.
Kepala gedung mengatakan kepada pimpinan MUI bahwa OTK yang diduga berasal dari Lampung itu sebelum kejadian telah dua kali datang ke Kantor MUI.
Pada kedatangan ketiga itu, OTK itu mengaku dirinya seorang nabi yang ingin bertemu dengan ketua MUI.
Selanjutnya, seorang resepsionis yang menerima kedatangan pelaku bertanya balik kepada yang bersangkutan mengenai ketua yang dimaksud.
Anwar menyebut resepsionis kemudia menanyakan siapa Ketua MUI yang dimaksud karena jumlah Ketua MUI sekitar 10 ketua.
Namun, tersangka tetap mendesak ingin bertemu dengan ketua MUI.
Resepsionis pun akhirnya menuruti keinginnya dan beranjak menuju lantai 4, tempatpara pimpinan tengah menggelar rapat rutin.
Akan tetapi, ketika akan memasuki lift kantor, resepsionis tersebut tiba-tiba ditembak oleh pelaku.
Wasekjen MUI Arif Fahrudin juga menyebutkan, bahwa pelaku penembakan sebelumnya datang menggunakan travel.
"Ditanya lagi, mau ketemu siapa? Katanya Ketua MUI. Ya sudah (diminta) tunggu dulu," kata Arif Fahrudin.
Arif menduga, usai diminta menunggu pelaku tidak sabar, mengeluarkan senjatanya, dan melepaskan tembakan.
Menurutnya, pelaku sebelumnya sudah datang dua kali ke kantor MUI. Dengan demikian, kedatangannya yang terakhir ini merupakan yang ketiga kalinya.
"Terus enggak tahu, dia enggak sabar atau gimana trus tiba-tiba mengeluarkan senjatanya itu," ujar Arif.
Penembakan itu menyebabkan 2 korban luka-luka. Sementara pelakunya disebutkan tewas. (*)
Ikuti berita terbaru POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.