Jumat, 8 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 30 April 2023, Akulah Pintu

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Minggu 30 April 2023 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
FOTO PRIBADI
RENUNGAN - Bruder Pio Hayon SVD menyampaikan Renungan Harian Katolik untuk hari Minggu 30 April 2023 dengan judul Akulah Pintu. 

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul Akulah Pintu.

Bruder Pio Hayon menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk bacaan pertama dari Kisah Para Rasul 2 : 14a,36-42, bacaan kedua 1Petrus. 2: 20b-25, dan bacaan Injil Yohanes 10: 1-10.

Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Minggu 30 April 2023 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.

 

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus.

Salam damai sejahtera untuk kita semua. Kita akhirnya memasuki Minggu IV Paskah. Minggu IV biasa dipersembahkan juga sebagai Minggu Panggilan dan sekaligus Minggu Gembala Baik.

Bacaan-bacaan yang kita dengar dan renungkan pada Minggu IV Paskah membawa kita kepada Yesus Kristus adalah tokoh sentral dengan satu sebutan khusus yakni sebagai Gembala Yang Baik.

Dalam bacaan pertama berkisah khusus tentang Petrus dan para rasul yang lain yang bersaksi tentang Yesus saat Pentakosta. “Seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti bahwa Allah telah membuat Yesus yang kamu salibkan itu menjadi Tuhan dan Kristus.”

Dan jemaat yang mendengar itu tergerak hatinya dan bertanya, “Apa yang harus kami perbuat saudara-saudara?”

Petrus menjawab, “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu; maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.”

Pentakosta memberikan satu cerita terbesar dalam Gereja di mana banyak orang menjadi percaya kepada Yesus Kristus dan menjadikan satu persekutuan Gereja itu sendiri.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 29 April 2023, Kepada Siapa Kami Akan Pergi?

Dalam bacaan kedua, St. Petrus menegaskan kembali tentang kewajiban sebagai seorang pengikut Kristus yang harus menderita karena telah berbuat baik sebagai sebuah karunia karena Kristus telah menjadi teladan dalam penderitaan.

Dan dalam bacaan Injil, Yohanes mengangkat figur Yesus sebagai Gembala yang Baik dan menyebut diriNya sebagai pintu.

Yesus membuat perumpamaan itu sebagai bentuk pengajaranNya kepada para muridNya agar tiap orang merasa dirinya disapa oleh Yesus sebagai domba.

Semua orang yang masuk melalui pintu itu adalah mereka yang akan diselamatkan. Dan yang datang sebelum Aku adalah pencuri dan perampok dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 29 April 2023, Perkataan-Mu Adalah Perkataan Hidup yang Kekal

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus.

Peristiwa Pentakosta yang digambarkan dalam Kisah Para Rasul menjadi tonggak sejarah perkembangan Gereja yang luar biasa.

Para Rasul menjadi orang-orang pilihan Tuhan yang memberi kesaksian tentang Yesus Kristus dan ajaran mereka diterima lalu jemaat itu menjadi sebuah persekutuan Gereja yang dari waktu ke waktu semakin banyak jumlah orang yang percaya kepada Yesus.

Semua itu terjadi karena kekuatan Roh Kudus yang telah dianugerahkan Tuhan kepada para rasul saat mereka bersaksi tentang Yesus.

Dengan kekuatan Roh Kudus itulah mereka diberi banyak anugerah dan karunia untuk menjalankan misi Kristus.

Para rasul itu adalah semua orang yang menjadi orang-orang pilihan Tuhan untuk bersaksi tentang Dia.

Semua pengikut Kristus juga menjadi orang-orang pilihan Tuhan untuk bersaksi tentang Tuhan karena semua kita oleh pembaptisan diberi banyak karunia sesuai kemampuan masing-masing kita untuk menjalankan misi Kristus di tengah-tengah dunia.

Semua kita sudah dikaruniai Roh Kudus saat pembaptisan itu maka tak ada cerita lain selain kita harus memberi kesaksian tentang Tuhan lewat cara hidup kita masing-masing dan di tempat kita berkarya setiap hari.

Dan semua yang percaya dan bersaksi tentang Dia disebutkan Yesus sebagai domba-domba yang telah masuk ke dalam satu kawanan dengan satu gembala sekaligus menjadi pintu kepada domba-domba itu.

Yesus menyebut diriNya sebagai Pintu artinya semua orang yang masuk melalui pintu dengan menggunakan namaNya adalah termasuk dalam kawananNya.

Jika tidak masuk melalui pintu artinya orang berada di luar kawanan itu.

Kita semua sudah menyebut diri sebagai orang yang dibaptis dalam Nama Bapa, Putera dan Roh Kudus, maka kita sudah menerima berkat karunia Tuhan itu sendiri karena itu harus siap memberi kesaksian tentang Dia.

Menjadi persoalan sekarang bahwa semua kita yang sudah menerima berkat Tuhan dan sudah menjadi satu kawanan dan satu gembala itu tidak berlaku sesuai status itu.

Kita seharusnya memberi kesaksian tentang kita sebagai pengikut Yesus dalam seluruh pola hidup kita yang mencerminkan bahwa kita adalah benar-benar pengikutNya.

Namun pada kenyataan, tidak semua kita berlaku sesuai status kita sebagai pengikut Kristus. Karena walaupun sudah ada dalam satu kawanan itu, kita masih sempat juga “panjat tembok” keluar dari kawanan itu dan meninggalkan Yesus sang gembala itu dan masuk keluar tidak melalui “Pintu” Yesus.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Jumat 28 April 2023, Sabda yang Mendarahdaging

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus.

Pesan untuk kita hari ini, pertama, kita harus siap menjadi pewarta Firman Tuhan karena sudah diberi karunia.

Kedua, satu-satunya pintu masuk adalah Yesus Kristus Tuhan kita.

Ketiga, berlakulah sesuai status kita sebagai domba.

Teks Lengkap 30 April 2023

BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Minggu 30 April 2023.
BACAAN - Ilustrasi Alkitab Katolik. Silakan membaca teks lengkap bacaan Renungan Harian Katolik Minggu 30 April 2023. (Tokopedia)


Bacaan Pertama – Kisah Para Rasul 2:14a.36-41

Bertobatlah, dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus

Bacaan dari Kisah Para Rasul:

Pada hari Pentakosta bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada orang-orang Yahudi, “Seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.”

Ketika mendengar hal itu, hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain, “Apakah yang harus kami perbuat, Saudara-saudara?”

Jawab Petrus kepada mereka, “Bertobatlah, dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu; maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

Sebab bagi kamulah janji itu, bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.” Dengan banyak perkataan lain lagi Petrus memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh, dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya, “Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini!”

Orang-orang yang menerima perkataan Petrus itu memberi diri dibaptis, dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

Demikianlah sabda Tuhan

U: Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan – Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6

Refr. Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku.

1. Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: ‘ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. ‘Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.
2. Sekalipun aku harus berjalan berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.

3. Kau siapkan hidangan bagiku dihadapan lawanku, Kauurapi kepalaku dengan minyak, dan pialaku melimpah.

4. Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu, sepanjang umur hidupku, aku akan diam di rumah Tuhan, sekarang dan senantiasa.

Bacaan Kedua – 1 Petrus 2:20b-25

Kristus telah meninggalkan teladan bagimu supaya kamu mengikuti jejak-Nya

Bacaan dari Surat Pertama Rasul Petrus:

Saudara-saudara terkasih, jika kamu berbuat baik dan karena itu harus menderita, itu adalah kasih karunia Allah.

Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu, dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.

Ia tidak berbuat dosa, dan tipu muslihat pun tidak ada dalam mulut-Nya. Ketika dicaci maki, Ia tidak membalas dengan caci maki. Ketika menderita, Ia tidak mengancam, tetapi menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.

Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran.

Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah disembuhkan. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

Demikianlah sabda Tuhan

U: Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil – Yohanes 10:14

Refr. Alleluya, alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya, alleluya.

Akulah gembala yang baik! Aku mengenal domba-domba-Ku, dan domba-domba-Ku mengenal Aku.

Bacaan Injil – Yohanes 10:1-10

Gembala yang baik

Inilah Injil suci menurut Yohanes:

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba.

Untuk dia penjaga membuka pintu, dan domba-domba mendengarkan suaranya; ia memanggil dombanya, masing-masing menurut namanya, dan menuntunnya ke luar.

Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-dombanya itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.” Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.

Maka kata Yesus sekali lagi, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu kepada domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka.

Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat; ia akan masuk dan keluar, dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri, membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”

Demikianlah sabda Tuhan

U: Syukur kepada Allah.

Renungan Harian Katolik lainnya

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved