Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 30 April 2023, Akulah Pintu
Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Minggu 30 April 2023 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh Bruder Pio Hayon SVD dengan judul Akulah Pintu.
Bruder Pio Hayon menulis Renungan Harian Katolik ini dengan merujuk bacaan pertama dari Kisah Para Rasul 2 : 14a,36-42, bacaan kedua 1Petrus. 2: 20b-25, dan bacaan Injil Yohanes 10: 1-10.
Di akhir Renungan Harian Katolik ini disediakan pula teks lengkap bacaan Minggu 30 April 2023 beserta mazmur tanggapan dan bait pengantar Injil.
Saudari/a yang terkasih dalam Kristus.
Salam damai sejahtera untuk kita semua. Kita akhirnya memasuki Minggu IV Paskah. Minggu IV biasa dipersembahkan juga sebagai Minggu Panggilan dan sekaligus Minggu Gembala Baik.
Bacaan-bacaan yang kita dengar dan renungkan pada Minggu IV Paskah membawa kita kepada Yesus Kristus adalah tokoh sentral dengan satu sebutan khusus yakni sebagai Gembala Yang Baik.
Dalam bacaan pertama berkisah khusus tentang Petrus dan para rasul yang lain yang bersaksi tentang Yesus saat Pentakosta. “Seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti bahwa Allah telah membuat Yesus yang kamu salibkan itu menjadi Tuhan dan Kristus.”
Dan jemaat yang mendengar itu tergerak hatinya dan bertanya, “Apa yang harus kami perbuat saudara-saudara?”
Petrus menjawab, “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu; maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.”
Pentakosta memberikan satu cerita terbesar dalam Gereja di mana banyak orang menjadi percaya kepada Yesus Kristus dan menjadikan satu persekutuan Gereja itu sendiri.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 29 April 2023, Kepada Siapa Kami Akan Pergi?
Dalam bacaan kedua, St. Petrus menegaskan kembali tentang kewajiban sebagai seorang pengikut Kristus yang harus menderita karena telah berbuat baik sebagai sebuah karunia karena Kristus telah menjadi teladan dalam penderitaan.
Dan dalam bacaan Injil, Yohanes mengangkat figur Yesus sebagai Gembala yang Baik dan menyebut diriNya sebagai pintu.
Yesus membuat perumpamaan itu sebagai bentuk pengajaranNya kepada para muridNya agar tiap orang merasa dirinya disapa oleh Yesus sebagai domba.
Semua orang yang masuk melalui pintu itu adalah mereka yang akan diselamatkan. Dan yang datang sebelum Aku adalah pencuri dan perampok dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Sabtu 29 April 2023, Perkataan-Mu Adalah Perkataan Hidup yang Kekal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Pio-Hayon-Bruder_05.jpg)