KKB Papua

Indonesia Berduka, Tiga Prajurit TNI Ditemukan Tewas di Tengah Hutan, Korban Dihantam KKB Papua

Indonesia berduka. Tiga prajurit TNI yang sebelumnya dinyatakan hilang di hutan Papua, kini telah ditemukan kembali.

|
Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM/kolase foto
TIGA KORBAN GUGUR – Tiga prajurit TNI yang sebelumnya disebut hilang di hutan Papua, kini telah ditemukan. Ketiga prajurit TNI tersebut ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia. Dengan demikian, dalam insiden baku tembak di Distrik Mugi-Mam, korban meninggal sebanyak empat orang. 

POS-KUPANG.COM – Indonesia berduka. Tiga prajurit TNI yang sebelumnya dinyatakan hilang di hutan Papua, kini telah ditemukan kembali. Tiga prajurit tersebut ditemukan tewas setelah ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua pada Sabtu 15 April 2023 pukul 16.30 WIT.

Dengan ditemukannya tiga prajurit itu tewas dalam insiden baku tembak tersebut, maka semakin panjang daftar korban yang gugur dalam pertempuran di Papua itu. Itu artinya dalam peristiwa tersebut, ada empat prajurit TNI yang tewas mengenaskan.

Korban pertama yang gugur, adalah Pratu Miftahul Arifin. Kedua, Pratu Ibrahim, ketiga Pratu Kurniawan dan keempat Prada Sukra. Keempat prajurit yang jadi korban kebiadapan KKB Papua ini semuanya berasal dari Yonif R 321/GT/13/1 Kostrad.

Untuk diketahui, peristiwa kelam itu terjadi manakala prajurit TNI itu sedang berupaya mencari keberadaan pilot Susi Air, Phillips Mark Merthens yang disandera oleh KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya.

Apesnya, bukan Egianus Kogoya yang ditembak, bukan pula anggota KKB yang dilumpuhkan melainkan prajurit TNI yang gugur dihantam KKB.

Pasca insiden mengerikan itulah Panglima TNI Laksamana Yudo Margono meningkatkan status operasi di Papua menjadi Operasi Siap Tempur.

Baca juga: KKB Papua Peralat Ibu-ibu dan Anak-anak Serang TNI, Kisahnya Terkuak dari Prajurit yang Selamat

“Dengan kondisi ini, khususnya di wilayah tertentu, kita ubah menjadi operasi siaga tempur,” tegas Yudo Margono dalam rekaman konferensi pers di Timika, Papua, Selasa, 18 April 2023.

Yudo mengatakan penerapan status ini mirip dengan yang dilakukan TNI di wilayah Natuna.

STATUSNYA NAIK - Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono menaikan status operasi di Papua menjadi Operasi Siaga Tempur. Ini dilakukan terutama pada daerah-daerah tertentu, terkait juga dengan upaya pencarian pilot Susi Air yang hingga kini masih disandera KKB Papua.
STATUSNYA NAIK - Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono menaikan status operasi di Papua menjadi Operasi Siaga Tempur. Ini dilakukan terutama pada daerah-daerah tertentu, terkait juga dengan upaya pencarian pilot Susi Air yang hingga kini masih disandera KKB Papua. (POS-KUPANG.COM/kolase foto)

Apabila di Natuna diterapkan operasi siaga tempur laut, maka di Papua dilakukan siaga tempur darat.

Dikatakan, status siaga tempur hanya berlaku di sejumlah tempat dengan tingkat kerawanan tinggi.

Peningkatan status ini, kata dia, dilakukan agar naluri bertempur prajurit terbangun.

Tak Mempan dengan Pendekatan Lunak

Pada bagian lain Yudo Margono mengatakan, selama ini TNI selalu mengedepankan soft approach atau pendekatan lunak dalam menghadapi KKB.

Pendekatan lunak itu dilakukan juga dalam rangka membebaskan pilot Susi Air, Phillips Mark Marthens dari tangan KKB Papua.

Soft approach, katanya, dilakukan dengan cara komunikasi sosial dengan warga dan operasi teritorial. Akan tetapi, serangan KKB ke satuan tugas dari Batalyon Infanteri Raider 321/Galuh Taruna, membuat pendekatan itu tak bisa lagi dipertahankan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved