Pilpres 2024

PDIP Mulai Beri Sinyal Kadernya Bisa Duet dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2024 

Gonjang-ganjing mengenai arah dan pilihan politik PDIP di Pilpres 2024 mulai menunjukkan titik terang.

Editor: Agustinus Sape
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI-P Komarudin Watubun (kiri), Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (tengah), dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kanan) menggelar jumpa pers di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin 24 Oktober 2022. Kehadiran Ganjar diketahui untuk memenuhi panggilan Bidang Kehormatan DPP PDIP untuk klarifikasi atas pernyataannya yang siap maju sebagai capres. 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Gonjang-ganjing mengenai arah dan pilihan politik PDIP di Pilpres 2024 mulai menunjukkan titik terang.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mulai buka suara soal peluang partai kepala banteng mulut putih berkoalisi dengan Gerindra dengan memasangkan kadernya di Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

Menurut Hasto, rencana kerja sama partainya saat ini masih sangat dinamis. Namun demikian, PDIP tak hanya mempertimbangkan faktor elektabilitas dalam mengusung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

"Kan ini bersifat sangat dinamis, kita tidak hanya berdasarkan aspek elektoral survei," kata Hasto dikutip dari Kompas TV, Senin 17 April 2023.

Hasto mengaku, dalam menentukan kerja sama dengan partai politik lain, PDIP mengutamakan prinsip gotong royong demi mewujudkan visi dan misi.

Misalnya, PDIP ingin mendorong kedaulatan pangan dalam salah satu misinya. Dengan demikian, sulit jika partai banteng harus bekerja sama dengan partai yang hobi impor komoditas pangan.

Paling penting, aku Hasto, kerja sama antarpartai dibangun untuk mewujudkan cita-cita bangsa, bukan kepentingan perorangan.

“Kerja sama partai politik kan untuk bangsa dan negara, bukan untuk orang perorang karena roh di dalam demokrasi kita itu adalah musyawarah dan gotong royong. Ketika kerja sama yang ditunjukkan untuk per orang, maka jadi sempit terkooptasi oleh kepentingan-kepentingan sempit,” ujarnya.

Hasto pun menegaskan bahwa PDIP telah bulat bakal mengusung kader sendiri sebagai capres pada pemilu mendatang.

Hal itu diputuskan dalam Kongres V PDIP dan dipertegas oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Baca juga: Prabowo Diprediksi Bakal Diusung Koalisi Besar, Posisi Cawapres Diisi Parpol Kursi Terbanyak DPR RI

Terkait capres yang akan diusung PDIP, kata Hasto, sepenuhnya menjadi kewenangan Megawati sebagai pimpinan tertinggi partai.

Saat ini, PDIP terus menjalin komunikasi dengan partai-partai politik lain.

“Apa yang dilakukan tersebut ujung-ujungnya kan akan berbicara siapa yang jadi capres, siapa yang menjadi cawapres,” kata Hasto.

Mengenai munculnya wacana pembentukan koalisi besar yang rencananya menggabungkan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR), Hasto menyambut positif.

Hasto tak menjawab tegas ketika ditanya apakah PDIP akan turut bergabung bersama koalisi besar tersebut.

Namun, dia meyakini bahwa kerja sama antarpartai koalisi besar baru akan terbentuk setelah PDI-P mengumumkan capres, sebagaimana yang terjadi ketika partai banteng mengumumkan Joko Widodo atau Jokowi sebagai capres jelang Pemilu 2014 dan 2019 lalu.

“Nanti setelah ibu ketua umum mengumumkan siapa capres dari PDI Perjuangan, dari pengalaman ketika mengumumkan Pak Jokowi, di situ akan terjadi konsolidasi pengerucutan dalam kerja sama tersebut,” katanya.

Sebelumnya, sempat muncul wacana menyandingkan Gubernur Jawa Tengah yang juga kader PDIP, Ganjar Pranowo, dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Sejauh ini, PDIP belum buka suara soal jagoannya untuk Pemilu 2024. Namun, Gerindra telah mengumumkan bakal mengusung Prabowo sebagai capres.

Belakangan, muncul wacana pembentukan koalisi besar untuk Pemilu 2024. Poros politik tersebut berencana melebur Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

Adapun KIB digagas oleh Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sedangkan KKIR dibentuk oleh Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Lima ketua umum partai tersebut sempat melakukan pertemuan beberapa waktu lalu. Pertemuan itu juga dihadiri Presiden Joko Widodo.

Usai pertemuan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan bahwa koalisi Kebangkitan Indonesia Raya dan Koalisi Indonesia Bersatu berpeluang bergabung.

Prabowo menilai, kedua koalisi satu frekuensi.

“Ternyata ada. Jadi kami merasa dalam frekuensi yang sama ya, ada kecocokan, dan kalau dilihat, pimpinan partai kami sudah masuk. Cak Imin ya, kami sudah masuk timnya Pak Jokowi sebetulnya sekarang,” kata Prabowo usai acara “Silaturahmi Ramadhan bersama Presiden RI” yang digelar di Kantor DPP PAN, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu 2 April 2023.

Baca juga: Hasil Survei Indopol Survey and Consulting di Jawa Timur: Ganjar Kembali Unggul dari Prabowo - Anies

Kendati demikian, Menteri Pertahanan itu belum mau menjawab secara gamblang terkait rencana penggabungan KIB dan KIR.

Namun, dia memastikan, ketua umum partai masing-masing koalisi akan berkomunikasi lebih intens lagi. Dalam kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo langsung melontarkan kata "cocok" seandainya KIB dan KIR bersatu untuk menghadapi Pemilu 2024.

“Cocok. Saya hanya bilang cocok. Terserah kepada ketua-ketua partai atau gabungan ketua partai. Untuk kebaikan negara, untuk kebaikan bangsa untuk rakyat, hal yang berkaitan, bisa dimusyawarahkan itu akan lebih baik,” kata kepala negara kepada awak media.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hasto Buka Suara soal Peluang Kader PDI-P Duet dengan Prabowo pada Pilpres 2024"

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved