Ramadhan 2023
Ramadhan 2023, Bupati Sabu Raijua Tinjau Harga Beras
Bupati Nikodemus juga menyampaikan terimakasih kepada pedagang yang ada karena bersedia menurunkan harga beras.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Jevon Agripa Dupe
POS-KUPANG.COM, SABU RAIJUA - Menjelang Idul Fitri 2023, Bupati Sabu Raijua Drs Nikodemus N Rihi Heke,M.Si, meninjau langsung harga beras yang berada di Toko dan Gudang Bulog di Sabu Raijua, Rabu 12 April 2023.
Pantauan POS-KUPANG.COM, terlihat Bupati Nikodemus, bersama Asisten dua Sabu Raijua Mansi R. Kore yang juga merupakan Wakil Satgas Ketahanan pangan Sabu Raijua, disertai, Kepala Dinas Pertanian Sabu Raijua, Kepala Bulog Ledeana Sabu Raijua,TNI, Kepolisian dan Kasat Pol PP Sabu Raijua, turun langsung meninjau harga beras di beberapa Tokoh di Kecamatan Sabu Barat.
Tinjauan langsung bupati Nikodemus tersebut pada, Toko Tanjung Mas dan juga UD.Ngeso yang berada di Menia, terlihat Bupati Nikodemus bersama rombongan berbincang-bincang dengan pedagang yang bersangkutan serta meninjau langsung kualitas beras yang tersedia.
Baca juga: NTT Memilih, KPU Sabu Raijua Rapat Pleno Rekapitulasi dan Penetapan DPS Tahun 2024
Setelah melaksanakan peninjauan di ke dua tempat tersebut Bupati Nikodemus bersama rombongan melakukan peninjauan langsung ke Bulog Ledeana Sabu Raijua, untuk memastikan ketersediaan beras yang akan dijadikan Bansos, serta digunakan untuk pengadaan pasar murah untuk menyetabilkan harga beras di pasaran.
Bupati Nikodemus saat diwawancarai POS-KUPANG.COM menyampaikan bahwa dirinya berharap seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi aktif untuk menjaga kestabilan harga beras di Kabupaten Sabu Raijua.
“Kita melakukan pemantauan harga pangan di Sabu Raijua, berhubung saat ini kita menghadapi inflasi, Inflasi tersebut terutama harga pangan, karena itu kita harapkan partisipasi dari semua pihak yang termasuk para pedagang atau penjual. Partisipasi tersebut dengan cara harga bahan pokok yang ada seperti beras, minyak, dan gula pasir yang masi bisa diturunkan harganya dan setelah kita tinjau dari pedagang yang ada bisa menurunkan harga beras seribu hingga seribu lebih untuk perkilonya,” ucap Bupati Nikodemus.
Bupati Nikodemus juga menyampaikan terimakasih kepada pedagang yang ada karena bersedia menurunkan harga beras.
Baca juga: NTT Memilih, Pencanangan Zona Integritas WBK dan WBBM di KPU Sabu Raijua Momentum Introspeksi
“Karena itu saya mengucapkan terimakasih ada pengertian baik dari teman di lapangan, para penjual pengecer, para pedagang beras itu untuk menurunkan harga beras yang ada, Saya juga berharap setelah distribusi beras sampai ke desa-desa melalui pengecer-pengecer tidak menaikan harga beras berlebihan karena itu Saya menghimbau menghadapi situasi ini kita harus saling membantuh,” ungkapnya.
Bupati Nikodemus juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menyediakan beras untuk Bantuan Sosial (Bansos) dan juga untuk Operasi pasar murah.
”Kita juga mempersiapkan beras untuk pasar murah dan bansos dengan variasi kemasan, ada yang 5 kilo, 10 kilo dan 40 dan 50 Kilo,” jelasnya.
Bupati Nikodemus juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menindak tegas jika terdapat spekulan.
”Kita juga berharap tidak terdapat spekulan, dengan cara membeli banyak beras dan menjual dengan harga yang tinggi untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, tentunya hal seperti ini jika terdapat kita akan tindak secara tegas,” tegasnya.
Asisten dua Sabu Raijua Mansi R. Kore yang juga merupakan Wakil Satgas Ketahanan pangan Sabu Raijua juga berharap agar pedagang lainnya juga turut menurunkan harga beras.
Baca juga: Musrenbangkab Sabu Raijua, Ini Harapan Ketua DPRD Kepada Pemda
”Kita meminta para pedagang, distributor, dan penyalur menurunkan harga beras karena kita sedang menghadapi Inflasi dan akan memasuki Idul Fitri,” ucap Mansi.
Turut hadir Charles Meyok Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Pangan Kabupaten Sabu Raijua saat diwawancarai berharap agar masyarakat tidak kuatir dengan isu kelangkaan beras di Sabu Raijua.
“Kita berharap masyarakat tidak panik dengan isu seolah-olah stok beras tidak tersedia, karena distribusi dari luar daerah hanya sedikit terlambat akibat cuaca dan masyarakat kita sudah akan masuk pada musim panen bulan April Mei dan Juni,” ucap Charles.(cr22).
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.