Semana Santa Larantuka
Semana Santa Larantuka: Kisah Perpetu Kapela Tuan Ana, Berjaga Sebelum Ayam Berkokok
Lelaki baya itu duduk persis di sisi Taman Doa Pieta Mater Dolorosa sambil menatap Kapela Tuan Ana yang berada di sisi utara jalan.
POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Lois de Rosari (61) duduk di bahu jalan Don Lorenzo Kota Larantuka Flores TImur. Lelaki baya itu duduk persis di sisi Taman Doa Pieta Mater Dolorosa sambil menatap Kapela Tuan Ana yang berada di sisi utara jalan.
Saat itu langit masih gelap. Waktu menunjukkan pukul 04.38 Wita, hari Rabu yang dikenal sebagai Rabu Trewa oleh warga lokal dan pemeluk Katolik.
Meski suhu dingin Kota Larantuka menusuk kulit, Lois yang mengenakan kaos kerak berwarna biru toska dan celana jeans pendek tampak tenang. Kedua matanya hanya tertuju pada Kapela Tuan Ana yang berdiri tegak menghadap laut.
Jalanan lengang. Hanya beberapa kendaraan lewat. Terdengar lantunan mada pujian pagi dari kapela terdekat. Tanda umat di sekitar lingkungan Kapela Tuan Ana sedang melaksanakan ibadat harian.
"Saya jam 4 pagi sudah berjaga di sini. Karena saya properti atau pemegang kunci di Kapela Tuan Ana. Pagi saya datang untuk matikan lampu," ungkap Lois kepada TribunFlores.Com.
Sebagi perpetu Kapela Tuan Ana, Lois mengaku sangat bahagia dan bersyukur karena Semana Santa digelar lagi pada tahun ini, 2023.
Baca juga: Live Streaming Semana Santa NTT Rabu 5 April 2023, Prosesi Rabu Trewa, Doa Suku, Pemberkatan Jalur
Pihak Keuskupan Larantuka mengumumkan bahwa rangkaian prosesi Paskah ini terbuka untuk seluruh peziarah tanpa membedakan suku, agama, ras dan budaya manapun.
Hal itu menjadi sukacita yang dirasakan oleh Lois secara pribadi. Selama menjadi perpetu kurang lebih tiga tahun, prosesi Semana Santa tidak dibuka untuk umum akibat Covid-19.
Peziarah yang datang mendaraskan doa intensi pun tak banyak dan dibatasi saat Paskah.
Namun, sejak pihak Keuskupan Larantuka mengumumkan Semana Santa 2023, ia melihat kehadiran para peziarah memenuhi hotel dan rumah-rumah warga di Kota Larantuka.
Para peziarah mulai banyak berkunjung di Kapela Tuan Ana untuk memanjatkan devosi di Kapela Tuan Ana. Lois sangat senang ketika sore hari melihat para peziarah datang menyalakan lilin dan berdoa di Kapela Tuan Ana.
Baca juga: Semana Santa Larantuka, Kesaksian Pemegang Kunci Kapela Tuan Ana di Flores Timur
Sepanjang tahun kapela Tuan Ana ditutup. Berada di dalam pagar dilengkapi pintu gerbang, tidak ada yang bebas datang dan masuk ke kapela ini.
Saat pagi hari, Lois kerap menerima titipan lilin doa dari para peziarah untuk dibakar di dalam Kapela. Karena peziarah tidak diijinkan masuk ke dalam kapela.
" Saya sudah pensiun dari PNS tiga tahun lalu dan dipilih oleh para konferia menjadi perpetu Kapela Tuan Ana," kata Lois.
Lois menjelaskan, jabatan perpetu ditentukan para konferia dengan banyak pertimbangan yang ia tak ketahui.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.