Berita Timor Tengah Selatan
Hal Revolusioner untuk Pendidikan di TTS Perlu Ada Asesmen
Dunia pendidikan di Kabupaten TTS tentu harus siap berkembang bersama arus perkembangan zaman yang terus bergerak.
"Kalau dari saya sebagai kepala sekolah sekaligus sebagai ketua MKKS SMK Kabupaten TTS, saya menilai TTS belum bisa menerapkan kebijakan masuk sekolah dimajukan ke pukul 05.30 wita," ungkapnya.
Dirinya menyampaikan ada banyak faktor yang memengaruhi pendapatnya tersebut.
"Belum bisa diterapkan di TTS karena ada banyak faktor seperti, tempat tinggal siswa di mana tidak semua siswa tinggal di dalam kota. Ada yang tinggal di Tetaf, Nulle, Benlutu, Oefatu, Pusu dan lain-lain. Ada pula faktor geografis. Tak hanya itu, faktor ekonomi juga tidak mendukung. Siswa-siswa kita hampir 90 persen berasal dari keluarga yang kurang mampu. Kita lihat fasilitas di sekolah juga belum semuanya memadai. Tak hanya itu, transportasi masih sangat sulit untuk jam 05.30 wita. Hal lain seperti faktor sosial juga sangat-sangat berpengaruh karena kalau terjadi sesuatu secara khusus bagi siswi-siswi, sebagai contoh kalau pemerkosaan siapa yang bertanggung jawab? Itu baru satu contoh. Masih ada banyak kasus lain," urainya.
Baca juga: Percepat Pembangunan RTLH, Babinsa Kodim 1621 TTS Bantu Pengerjaan
Dirinya meminta agar pihak sekolah pertama-tama perlu menyediakan sarana prasarana yang mendukung penerapan kebijakan tersebut.
"Kalau anak-anak diminta masuk sekolah jam 05.30 wita, pemerintah harus siapkan asrama sehingga bisa kita laksanakan program ini. Tetapi kalau keadaan seperti sekarang tidak bisa," katanya.
"Saya kasih contoh SMK Kristen yang begitu ketat dalam disiplin masuk dan keluar saja masih ada yang terlambat. Oleh karna itu perlu ada kajian yang mendalam oleh pakar seperti pakar pendidikan, kesehatan, hukum, ekonomi, psikologi, keamanan, sosial budaya masyarakat adat dan rohaniawan. Singkatnya untuk TTS belum siap dan tidak bisa paksakan program ini," tuturnya.
Dia menyampaikan, peningkatan mutu pendidikan perlu diperhatikan sarana prasarana dan juga kompetensi guru.
Baca juga: TNI Beri Pelatihan Krida Navigasi Darat bagi Pelajar di TTS
"Menyangkut peningkatan mutu pendidikan, faktor utama yang harus diperhatikan yakni sarana prasarana dan kompetensi guru. Kalau faktor ini belum terpenuhi maka kita tidak bisa bicara tentang mutu," paparnya.
"Saya sampaikan ini dalam kapasitas saya sebagai kepala sekolah dan ketua MKKS SMK se-Kabupaten TTS bahwasannya program ini sangat saya dukung, tetapi perlu kajian yang mendalam dari berbagai pihak seperti yang saya utarakan sebelumnya," pungkasnya.
Terpisah, Kepala SMAN 1 Soe, Rovis Selan S.Pd., M.Pd., menyampaikan, sementara pihaknya masih fokus membenahi fasilitas pendukung di sekolah.
"Kami sekarang masih fokus untuk membenahi fasilitas pendukung sekolah dan juga fokus untuk menghadapi akreditasi sekolah sehingga belum bisa mengambil keputusan," tuturnya. (din)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/jimmi-pelle.jpg)