Berita Lembata
Bangun 3 Sekolah Tanpa Dana APBD, Kepala Dinas Pendidikan Lembata Terus Cari Donatur
Pihaknya sedang berupaya untuk membangun dua sekolah tingkah dasar di wilayah Waikilok, Kelurahan Lewoleba Utara dan CWC.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO
POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata sedang membangun dua Sekolah Dasar Negeri dalam Kota Lewoleba, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Provinsi NTT. Upaya ini dimaksud untuk menampung siswa yang jarak tempuh sekolah cukup jauh di beberapa wilayah.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata, Anselmus Asan Ola kepada wartawan di ruangan kerjanya, 10 Maret 2023 mengungkapkan pihaknya sedang berupaya untuk membangun dua sekolah tingkah dasar di wilayah Waikilok, Kelurahan Lewoleba Utara dan CWC.
Menurut Ansel Bahy, kedua wilayah ini sudah padat penduduk dan ratusan siswa yang berada di wilayah ini harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan pendidikan.
Baca juga: NTT Memilih, Proses Coklit di Kabupaten Lembata Capai 98,83 Persen
“Di Waikilok, kita harus bangun karena siswa yang ada di wilayah itu pergi sekolah jauh di Kampung Pada dan sebagian ke dalam kota. Begitu pula dengan daerah CWC. Siswa sekolah dasar yang berdomisili di wilayah itu, mereka pergi sekolah di Lamahora. Dan itu jauh”, ungkap Ansel Bahi, 10 Maret 2023.
Lebih jauh Ansel, mengungkapkan, setelah berhasil membangun tiga sekolah di wilayah pemukiman baru warga terdampak erupsi dan banjir bandang tanpa menggunakan APBD II, dirinya sedang berupaya mencari donatur agar bisa membantu membangun sekolah dasar di Waikilok dan CWC, Kelurahan Selandoro.
“Untuk di Waikilok sudah ada tanah Pemda di lokasi perkemahan Pramuka, sedangkan di CWC masih dicarikan lokasi yang tepat. tentu harus dibicarakan lagi dengan Bupati. Jika diizinkan, maka akan dibangun di lokasi itu, namun jika tidak maka akan dicarikan lokasi lain”, kata Ansel Bahy.
Baca juga: Apol Mayan,Plt Dinas Perhubungan dan Mans Wutun Plt Dinas Perpustakaan Daerah Goris Keraf Lembata
Pihaknya juga sedang berupaya mencari donatur yang siap membantu Pemda Lembata membangun dua unit sekolah dimaksud.
Langkah itu ditempuh selain karena keterbatasan anggaran daerah juga belajar dari kesuksesan sebelumnya membangun tiga unit sekolah di perumahan pengungsi yang dibiayai penuh oleh donatur.
Tiga sekolah dimaksud adalah SDN Tanah Merah dan SDK I Lewotolok di Podu yang dibangun Perusahan TransMedia dan Bank Mega. Sedangkan SDN Waisesa dibangun oleh Yayasan Cakra. Ketiga sekolah ini menelan biaya lebih dari 10 milyar, masing masing masing sekolah dibangun dengan biaya 2,5 Milyar lebih.
“Kalau Pak Penjabat Bupati izinkan saya ke Jakarta akan ketemu dengan pihak yang sudah ada komitmen bantu bangun sekolah,” katanya.
Baca juga: Terima Penghargaan Universal Health Coverage, Pemda Lembata Pastikan Kesehatan Warga Terlindungi
Upaya Dinas Pendidikan membangun lagi dua sekolah dalam Kota Lewoleba, mendapat tanggapan dari Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Lembata Kristoforus Ricam.
Anggota DPRD Lembata, Fraksi Nasdem-PKS ini mengingatkan Dinas Pendidikan untuk lebih memperhatikan infrastruktur pada sekolah sekolah yang sudah ada ketimbang membangun sekolah baru.
“Membangun sekolah baru bukan menjadi kebutuhan mendesak. Perhatikan dulu infrastruktur pada sekolah sekolah yang sudah ada. Coba perhatikan pemerataan guru guru di sekolah sekolah yang sudah ada”, ungkap Ricam kepada wartawan di Gedung DPRD Lembata, 10 Maret 2023.
Lebih jauh, Ricam mengatakan, untuk wilayah Kota Lewoleba saat ini sudah terlalu banyak SD, baik yang dikelola swasta maupun yang dikelola pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.