Politani Kupang
Politani Kupang Teken MoU dengan Kejaksaan Tinggi NTT
kalau dibandingkan seseorang yang tidak memiki ijazah tanpa ilmu bisa belajar otodidak apalagi untuk mahasiswa yang belajar
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Elisabeth Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Politeknik Pertanian atau Politani Negeri Kupang melakukan perjanjian kerja sama, PKS dengan Kejaksaan Tinggi atau Kejati NTT di Gedung Comunity Center Politani lantai II, Selasa, 28 Februari 2023
Hadir dalam kesempatan tersebut Hutama Wisnu, S.H, M.H selaku Kepala Kejaksaan Tinggi NTT didampingi oleh sekitar belasan staf lainnya dari Kejaksaan Tinggi NTT serta juga Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Johanis A. Jermias,S. Pt., M Sc., Wakil Direktur IV Bagian Promosi, Humas dan Kerjasama Melinda R.S. Moata, SP, M. Sc, Ph. D.
Pada kesempatan ini Johanis A Jermias selaku Direktur Politeknik Pertanian Kupang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kejati, dimana Politani menjadi salah satu Satuan Kerja di bawah Kementerian pendidikan dan kebudayaan mengelolah aset yang cukup banyak, namun terdapat banyak persoalan yang dialami.
Baca juga: Ketua LPA NTT Tolak Tegas Kebijakan Siswa Sekolah Jam 5 Pagi
"Dengan keterbatasan pemahaman dan anggaran kami karena anggaran kami untuk mendukung pemulihan aset yang ada di kami masih minim, sehingga kami mencari berbagai jalan keluar untuk bisa keluar dari masalah yang terjadi," ungkap Johanis
Johanis sampaikan bahwa Sebenarnya pihaknya tidak menemukan informasi bahwa kejaksaan sebenarnya bisa mendukung dalam pengelolaan aset negara.
"Namun, kami berterima kasih dibawah pimpinan Bapak kejati bersama teman-teman dari kejati mendukung kami dalam beberapa kali melihat kondisi dan persoalan kami," katanya.
Untuk memformalkan kerjasama kita, lanjut Johanis, maka diinisiasikan dalam kegiatan kita hari ini yakni penandatanganan kerja sama
"Kami berharap dengan adanya kerja sama yang formal ini maka dukungan yang telah diberikan kepada kami tetap ada dan kami juga untuk ke depan belum bisa memastikan masalah apa yang akan kami alami, sehingga dengan adanya kerja sama formal ini kami akan terbantu dan lebih nyaman dalam pengelolaan aset," tuturnya.
Baca juga: BMKG: NTT, Waspada Hujan Sedang-Lebat disertai Petir dan Angin Kencang Hari Ini
Lebih lanjut, Johanis juga memperkenalkan kampus Politani kepada pihak Kejati NTT
"Politani ini berbeda dengan universitas. Jadi untuk politani kami ini pembinaan motorik lebih banyak. Sehingga kurikulum kami 60 sampai 70 persen ada di Lapangan beda dengan universitas yang lebih banyak pada filosofi keilmuan. Jadi mahasiswa akan lebih banyak ditemukan di Lapangan," jelasnya
Johanis menyebutkan, terdapat enam jurusan yang ada di Pokitani yaitu jurusan peternakan, tanaman pangan dan hortikuktura, kehutanan, perikanan, kelautan dan manajemen pertanian lahan kering.
"Jadi satu-satunya jurusan Lahan Kering di Indonesia adanya hanya di Kuoang. Keunggulan kita sebenarnya itu, pertanian lahan kering. Karena di NTT ini, khususnya di Kupang dan beberapa wilayah lainnya hujan terjadi hanya 3 sampai 4 bulan setahun sisanya musim kemarau," bebernya
Sehingga dari hal ini, sambungnya, harus ada alat teknologi yang bisa membantu petani untuk bisa sustainable atau yang bersifat berkelanjutan.
"Saat ini juga Pokitani memiliki 162 dosen aktif, kurang lebih 30 persennya doktor/ S3 dan selebihnya magister/S2 dengan jumlah mahasiswa Politani ada 4.625 orang. Kami berharap tabun ini minimal ada satu profesor kami bisa mencapainya, di mana saat ini prosesnya sudah sampai setengah jalan," tuturnya.
Baca juga: Peringatan Serius Cuaca Maritim NTT 28 Februari 2023, BMKG: 6 Laut NTT Berisiko bagi Pelayaran
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.