Gempa Turki

Gempa Turki, Banyak Bangunan Runtuh Saat Terjadi Gempa Susulan Baru 5,6 SR

Banyak bangunan runtuh menyusul gempa bumi baru yang melanda Turki tenggara kemarin, melukai 110 orang dan menewaskan satu orang, lapor Reuters.

Editor: Agustinus Sape
Angelo Giordano / Pixabay
Menyusul runtuhnya bangunan akibat gempa besar, Turki menahan 184 kontraktor bangunan. 

POS-KUPANG.COM - Banyak bangunan runtuh menyusul gempa bumi baru yang melanda Turki tenggara kemarin, melukai 110 orang dan menewaskan satu orang, lapor Reuters.

Menyusul gempa susulan terbaru dengan kekuatan 5,6 SR, otoritas Turki telah mulai bekerja untuk menyelamatkan orang-orang yang terjebak di massa. Gempa susulan terbaru menyebabkan runtuhnya 29 bangunan.

Gempa ini terjadi tiga minggu setelah gempa bumi hebat melanda Turki dan negara tetangga Suriah, menewaskan total sekitar 50.000 orang.

Kepala Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD) Yunus Sezer mengatakan pada konferensi pers bahwa tim SAR telah dikerahkan ke lima bangunan.

Direktur Jenderal gempa bumi dan pengurangan risiko AFAD Orhan Tatar mengatakan bahwa tiga minggu terakhir telah terjadi empat gempa bumi baru di wilayah tersebut dan 45 gempa susulan dengan kekuatan berkisar antara lima dan enam.

“Ini kegiatan yang sangat luar biasa,” kata Tatar.

Menyusul runtuhnya bangunan seperti sebungkus kartu dalam gempa besar tiga minggu lalu, Turki menangkap 184 kontraktor bangunan yang diduga melanggar peraturan keselamatan. Investigasi terus berlanjut, menurut seorang menteri.

Awal bulan ini, pihak berwenang Turki menangkap 113 kontraktor bangunan yang diduga melanggar peraturan keselamatan.

Baca juga: Pasca Gempa Turki, Rumah untuk 1,5 Juta Orang Mulai Dibangun Kembali

Para ahli telah memperingatkan selama bertahun-tahun bahwa beberapa bangunan baru yang dibangun di negara tersebut tidak aman untuk menahan gempa bumi, diduga karena korupsi dan kebijakan pemerintah.

Dalam upaya menggenjot sektor konstruksi, kebijakan pemerintah memberikan amnesti bagi kontraktor yang melanggar aturan, lapor BBC.

Selama gempa besar berkekuatan 7,8 dan 7,6 skala Richter tiga minggu lalu, ribuan bangunan runtuh, menimbulkan keraguan bahwa konstruksi yang salah bisa membuat dampak gempa jauh lebih buruk.

(worldconstructionnetwork.com)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved