KKB Papua

KKB Papua - Dahlan Iskan Soroti Penyanderaan Pilot Susi Air, Singgung Pula Kasus Lukas Enembe

Dahlan Iskan salah satu tokoh nasional menyoroti kasus penyanderaan pilot Susi Air oleh KKB Papua yang hingga kini belum berhasil ditangani pemerintah

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
TAK ADA KAITAN - Dahlan Iskan, seorang tokoh nasional menyoroti penyanderaan pilot Susi Air diduga ada kaitan dengan penahanan Lukas Enembe dan Pemekaran DOB. Tapi Menko Polhukam menjawab tidak. 

POS-KUPANG.COM - Dahlan Iskan, salah satu tokoh nasional, menyoroti kasus penyanderaan pilot Susi Air oleh KKB Papua yang hingga saat ini belum berhasil ditangani pemerintah.

Sorotan itu langsung ditanyakan kepada Menko Polhukam, Mahfud MD, dalam dialog dengan sejumlah tokoh di Kantor Kemenko Polhukam, Selasa 21 Februari 2023.

Kata Dahlan Iskan, apakah penyanderaan Philips Mark Merthens itu erat kaitannya dengan penahanan Lukas Enembe atau pembentukan Daerah Otonomi Baru atau DOB Papua?

Pertanyaan tersebut langsung dijawab Menko Polhukam Mahfud MD dengan mengatakan tidak. Mahfud mengatakan, penyanderaan itu tak ada kaitan dengan dua kasus tersebut.

Baca juga: Benny Wenda Desak KKB Papua Bebaskan Pilot Susi Air yang Diculik

“Sejak tahun lalu, sebelum ada urusan Enembe, sebelum ada DOB, Egianus Kogoya itu memang sudah berontak,” ujar Mahfud.

Dikatakannya, selama ini KKB Papua selalu menantang TNI Polri untuk datang ke tempat persembunyan. Namun saat dicari, KKB malah susah ditemukan.

BERSAMA KKB – Pilot Susi Air, Philips Mark Marthens dikawal ketat oleh anggota KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya. Pilot tersebut disandera oleh KKB Papua dan dijadikan sebagai alat untuk bernegosasi dengan pemerintah Indonesia guna mewujudkan Papua merdeka.
BERSAMA KKB – Pilot Susi Air, Philips Mark Marthens dikawal ketat oleh anggota KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya. Pilot tersebut disandera oleh KKB Papua dan dijadikan sebagai alat untuk bernegosasi dengan pemerintah Indonesia guna mewujudkan Papua merdeka. (POS-KUPANG.COM)

“Ngomongnya selalu nantang. Ayo tentara datang ke sini. Tapi setelah dicari malah lari. Seharusnya kalau sudah nantang, ya muncul,” ujar Mahfud.

Terkait upaya pembebasan Philips, Mahfud mengatakan aparat gabungan TNI-Polri sebenarnya telah mengetahui titik koordinat pilot itu berada.

Ketika hendak diambil langkah-langkah, Selandia Baru meminta agar tidak ada tindakan kekerasan dalam upaya pembebasan sandera itu.

“Masalahnya yang disandera itu orang asing dan tuntutan KKB begini, pokoknya sandera ini akan kami lepas, kalau Papua dilepas,” kata Mahfud meniru ultimatum KKB.

“Saya katakan, loh kita sudah tahu koordinat berapa, sudah kita kepung. Tetapi begitu kita bergerak, 'kan pemerintah Selandia Baru datang dan memohon tidak ada tindakan kekerasan karena itu warga kami (Selandia Baru) agar masalah ini tidak menjadi (masalah) internasional,” ujar Mahfud.

Saat ini, lanjut dia, pemerintah sedang mencari cara terbaik untuk membebaskan sandera tersebut.

“Oleh sebab itu kita masih tangani, ditunggu saja mudah-mudahan ada penyelesaian. Tapi tidak ada kaitannya dengan DOB dan Lukas Enembe,” kata Mahfud.

Dalam operasi pencarian Philips, katanya, TNI-Polri senantiasa mengedepankan cara persuasif dengan melibatkan tokoh-tokoh masyaakat, tokoh agama dan pemerintah setempat.

Oleh karena itu, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono hingga kini masih menunggu hasil negosiasi Pj Bupati Nduga Namia Gwijangge dengan KKB yang menyandera Philips.

“Ya kita tunggu dulu. Karena dari Bupati minta waktu dia akan nego dulu. Ya sudah kita penuhi permintaan Bupati Nduga," ujar Yudo saat ditemui di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis 16 Februari 2023.

Baca juga: KKB Papua - Mahfud MD Ungkap Fakta: KKB Papua Sudah Dikepung Tapi Dibatalkan Demi Selandia Baru

Hal sama juga diungkapkan Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen Saleh Mustafa. Namun, jika pendekatan dialog atau soft approach gagal, jajarannya akan melakukan "tindakan terukur".

“Namun mengingat waktu, kami aparat TNI-Polri punya standar operasi yang harus dijalankan dalam upaya penegakan hukum, agar persoalan ini tidak berlarut. Harus ada batas waktunya," kata Saleh.

Philips bersama lima penumpang lainnya, hilang kontak sesaat setelah mereka mendarat di Bandar Udara Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Selasa 7 Februari 2023.

Pesawat dengan nomor registrasi PK-BVY itu dibakar oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya sesaat usai mendarat.

Lima penumpang yang merupakan orang asli Papua (OAP) telah dievakuasi dan kembali ke rumah masing-masing. Sementara Philips masih dibawa oleh KKB. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved