Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif Bupati Indramayu Nina Agustina: Terbuka Rekonsiliasi dengan Lucky Hakim

Bupati Indramayu Nina Agustina mengatakan tidak ingin konflik mundurnya Wakil Bupati Lucky Hakim tidak berlarut-larut.

Editor: Alfons Nedabang
KOMPAS.com/MUHAMAD SYAHRI ROMDHON
Bupati Indramayu Jawa Barat Nina Agustina memberikan keterangan pasca pengajuan pengunduran Lucky Hakim dari posisi sebagai Wakil Bupati Indramayu di kantor Bupati pada Senin 20 Februari 2023. Saat melayani Wawancara Eksklusif dengan Tribun Network, Nina Agustina membuka peluang untuk rekonsiliasi dengan Lucky Hakim. 

POS-KUPANG.COM - Bupati Indramayu Nina Agustina mengatakan tidak ingin konflik mundurnya Wakil Bupati Lucky Hakim tidak berlarut-larut.

Nina menyampaikan permohonan maaf apabila pasangannya tesebut di Pilkada 2019 memiliki perasaan kecewa.

“Pertama saya berterimakasih kepada Mas Lucky Hakim yang telah bersama-sama pada saat kita Pilkada Bupati dan Wakil Bupati,” kata politisi PDIP itu saat Wawancara Eksklusif melalui zoom, Senin 20 Februari 2023.

Anak mantan Kapolri Dai Bachtiar ini juga tidak menutup diri untuk rekonsiliasi dengan Lucky Hakim.

Nina menuturkan dirinya siap mencari jalan keluar atas permasalahan yang sudah sampai ke publik ini.

“Jika saya secara pribadi memiliki sesuatu yang membuat tidak nyaman saya mohon maaf, mudah-mudahan kita tetap jadi sahabat,” tukasnya.

Berikut petikan wawancara lengkap Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra dengan Bupati Indramayu Nina Agustina:

Kapan Anda mengetahui adanya surat pengunduran diri Wakil Bupati Lucky Hakim kepada DPRD?

Pada sore hari sekitar tiga hari yang lalu saya mendapat WA surat pengunduran diri Pak Lucky. Saya sih kaget ya karena tidak ada cerita tentang pengunduran diri tersebut.

Saat mengetahui itu saya sempat tanya dulu surat ini benar atau tidak. Ya saya cek dulu kebenarannya ketika itu.

Apakah Anda sempat kontak dengan Pak Lucky untuk konfirmasi?

Ada staf saya yang mengontak saat itu tapi kebetulan handphonenya (Lucky Hakim) sedang mati. Saya juga bilang kepada media bahwa saya akan pastikan dulu ke Pak Lucky.

Saya bilang ke media akan tanya dulu seperti apa maksud thuan surat pengunduran diri. Namun handphone Pak Lucky tidak bisa dihubungi.

Sampai sekarang tidak bisa berkomunikasi lagi dengan Pak Lucky?

Saya belum berkomunikasi lagi tetapi udah banyak berita beredar. Dan di sini saya akan klarifikasikan agar jangan sampai membuat tidak nyaman semua pihak.

Yang saya pengin ya, saya sebagai kepala daerah dan sebagai partnernya dalam pemenangan Bupati dan Wakil Bupati Indramayu harus sama-sama mempertanggungjawabkan keterpilihan kita saat ini.

Berita ini kan sudah tersebar ke mana-mana apakah pernah dihubungi Pak Gubernur Ridwan Kamil untuk mengkonfirmasi hal ini?

Belum, saya belum dikonfirmasi kepada beliau tapi untuk tim sudah ada yang turun ke kabupaten.

Apakah Ibu Nina juga dihubungi pejabat dari Kementerian Dalam Negeri?

Kami berkonsultasi kepada pejabat Kemendagri terkait surat tersebut kami menghormati karena bagaimanapun ini hak politik dari Pak Lucky.

Bu Nina ini kan Gubenur Jawa Barat Kang Emil dalam keterangan dengan wartawan mengatakan diberi tugas oleh Mendagri Tito Karnavian untuk mendamaikan dan tanda petik antara Ibu Nina dan Pak Lucky.

Menurut Ibu bisa tidak, kemudian direkonsiliasi supaya baik kembali dalam satu pasangan kepala daerah sampai paripurna nanti?

Kalau bagi saya kan nggak ada masalah, saya oke oke aja ya, oke aja saya ga ada masalahnya jadi oke-oke saja. Enggak ada masalah bagi saya ya.

Dan saya atas nama pribadi meminta maaf kepada Pak Gubenur dan Pak Menteri dalam negeri karena ada sesuatu hal yang di ada masalah di Kabupaten Indramayu, antar pasangan. Kami mohon maaf mudah-mudahan tidak mengganggu kinerja-kinerja saya sebagai kepala daerah.

Tapi sempat ya DPP PDI perjuangan bertanya soal ini kepada ibu sempat ya?

Sempat menanyakan dan dari ketua DPD juga menanyakan, jadi kita semua ini tidak gegabah untuk mengambil dan suatu dari statement yang ada.

Kalau diminta untuk menyampaikan pesan kepada Pak Lucky Hakim apa yang ingin ibu sampaikan?

Pertama, saya menyampaikan terima kasih banyak untuk mas Lucky Hakim yang sudah bersama-sama pada saat kita Pilkada dan memenangkan sebagai bupati dan kepala daerah.

Jika saya secara peribadi mempunyai suatu yang membuat tidak nyaman untuk mas Lucky Hakim ya saya mohon maaf, mudah-mudahan kita ke depannya tetap menjadi sahabat atau teman yang baik.

Bisa cerita selama dua tahun menjadi kepala daerah Indramayu apa yang dirasakan dan apa yang telah dicapai selama ini?

Untuk Indramayu alhamdulillah untuk prestasi saat ini banyak, khusunya masalah stunting dari 29,9 menjadi 14,4 untuk penurunan stunting. alhamdulillah pada saat Pandemi saya dan Mas Lucky juga turun ke lapangan.

Jadi buat saya tidak ada masalah dan pada saat Pandemi vaksin dan sebagainya, ya kita pasangan yang kompak ya. Kalau sekarang ini ada suatu masalah ya mudah-mudahan bisa segera selesai. Jangan sampai terbawa ke masalah pribadi.

Selama pandemi apa yang dirasakan ditambah adanya penyakit kuku dan mulut, muncul lagi resesi ekonomi global. Apa ini menjadi salah satu hambatan dalam memimpin Kabupaten Indramayu?

Bagaimana pun ini bukan suatu hambatan tapi menangani pandemi covid pada saat awal kita menjabat itu bukan sesuatu hal yang mudah.

Tapi Alhamdulillah karena kita mempunyai kekompakan semua ASN yang ada, Sekda, Asisten, semuanya kita kompak semua, masyarakat juga akhirnya pandemi ini kita segera terminimalkan dan prestasi-prestasi kita raih.

Dan juga masalah inflasi alhamdulilah juga di Indramayu bisa tertangani dan di kabupaten Indramayu ini kita mempunyai pusat pangan dari tingkat desa sampai kecamatan untuk masyarakat yang hadir ke sana mungkin ada bibit cabe, dan lain sebagainya. (tribun network/reynas abdila)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved