Berita Ende
Terdampak Abrasi, Kondisi Delapan Rumah Warga di Desa Kobaleba Memprihatinkan
Diperkirakan, tinggi air yang menggenangi rumah-rumah warga yakni 1,5 meter sehingga menembus hingga seisi rumah warga.
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi
POS-KUPANG.COM, ENDE - Sebanyak delapan rumah warga di Dusun Ratewegu, Desa Kobaleba, Kecamatan Maukaro, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sering menjadi sasaran abrasi pada setiap musim hujan.
Dampak abrasi kembali melanda delapan unit rumah di desa tersebut pada, Senin 20 Februari 2023. Kondisi rumah-rumah warga yang terdampak abrasi sangat memprihatinkan.
Diperkirakan, tinggi air yang menggenangi rumah-rumah warga yakni 1,5 meter sehingga menembus hingga seisi rumah warga.
Baca juga: Tingkatkan Kapasitas Pelaku UMKM, Anggota DPR RI Ahmad Yohan Gandeng BI Gelar Seminar di Ende
Fidelis Tani, salah satu kepala keluarga yang terdampak abrasi, mengatakan setiap kali musim hujan tiba, delapan rumah tersebut sudah menjadi sasaran abrasi.
"Air masuk hingga ke dalam rumah, kamar, dapur. Kami sangat menderita, tolong bantu perjuangkan kondisi kami," kata Fidelis.
Fidelis mengaku, dampak abrasi tersebut di antaranya disebabkan oleh sempitnya saluran pembuangan air melalui deker.
Selain itu, juga disebabkan tembok drainase yang terlalu rendah sehingga air meluap dan menggenangi delapan rumah warga tersebut.
"Kondisi ini sudah lama terjadi dan sudah sering kami alami. Apalagi saat musim hujan seperti ini, kondisi sangat memprihatinkan, tidak bisa masak dan harus menunggu berjam-jam hingga airnya surut sekitar tengah malam atau hingga dini hari," terang Fidelis.
Baca juga: Upaya Tingkatkan Mutu Layanan Peserta JKN, BPJS Kesehatan Sambangi RSUD Ende
Keluhan senada juga diutarakan Yuliana Tasi, yang juga terdampak abrasi. Ia mengaku menderita karena air masuk sampai ke dalam rumah.
"Kami harus menunggu berjam-jam sampai air surut. Kadang setelah surut, isi rumah penuh lumpur sehingga kami susah untuk tidur," keluh Tasi.
Minta Perhatian Pemerintah dan DPRD
Terhadap kondisi yang sangat memprihatinkan itu, beberapa warga yang juga terdampak abrasi, sangat mengharapkan perhatian nyata dari pemerintah daerah Kabupaten dan DPRD Ende.
"Ini kondisi kami masyarakat kecil. Kami minta perhatian yang nyata dari Pemda dan DPRD Ende agar tergerak hati mau membantu mengatasi kondisi kami. Tolong kami, Pak," pinta mama Veronika.
Baca juga: KSP Credit Union Gerbang Kasih Keuskupan Agung Ende Gelar RAT Tahun Buku 2022
"Kami sangat mengharapkan agar kondisi ini bisa segera diatasi. Jangan sampai setelah ada korban jiwa, baru pemerintah dan DPRD Ende buka mata dengan kondisi masyarakat," seru Silvester.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Ruang-tamu-milik-salah-seorang-warga-Dusun-Ratewegu-Desa-Kobaleba.jpg)